Hiburan

Berawal Cinta Kebaya Sejak Usia 4 Tahun, Azalea Mauren Achmad Raih Juara II Puteri Kebaya Indonesia 2026 Kategori Cilik

×

Berawal Cinta Kebaya Sejak Usia 4 Tahun, Azalea Mauren Achmad Raih Juara II Puteri Kebaya Indonesia 2026 Kategori Cilik

Sebarkan artikel ini
Azalea Mauren Achmad, siswi SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto, menunjukkan trofi dan selempang usai meraih Juara II Puteri Kebaya Indonesia 2026 Kategori Cilik. Prestasi tersebut menjadi bukti kecintaannya terhadap kebaya sejak usia empat tahun sekaligus komitmennya untuk terus melestarikan budaya Indonesia di kalangan generasi muda.(foto: Wibowo)

 

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Azalea Mauren Achmad, siswi asal SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara II Puteri Kebaya Indonesia 2026 Kategori Cilik dalam ajang beauty pageant yang diselenggarakan PT Putra Anta Gemilang.

Grand final Puteri Kebaya Indonesia 2026 berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 4 Juli 2026. Prestasi tersebut menjadi buah dari kecintaan Mauren terhadap kebaya yang telah tumbuh sejak masih berusia empat tahun.

Mauren mengaku mulai menyukai kebaya setelah sering melihat pakaian tradisional tersebut dipajang di toko-toko batik. Meski saat itu belum mampu membeli, ia telah memiliki keinginan kuat untuk mengenakan dan mengoleksi kebaya.

“Sejak umur empat tahun aku sudah suka kebaya. Waktu itu sering lihat di toko batik. Aku pernah bilang ke mama kalau suatu hari nanti ingin beli kebaya. Aku juga ingin ikut melestarikan kebaya karena teman-teman sekarang lebih sering memakai baju kekinian,” ujarnya.

Berawal dari Duta Batik Kota Mojokerto

BACA JUGA :  Aston Mojokerto Gelar “Head of Department Serving Staff in Lunch” untuk Perkuat Kebersamaan Pimpinan dan Staf

Ketertarikan Mauren terhadap dunia pelestarian budaya semakin berkembang ketika mengikuti ajang Duta Batik Kota Mojokerto pada 2025. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih gelar Juara Favorit.

Pengalaman itu menjadi titik awal hingga akhirnya Mauren memberanikan diri mengikuti seleksi Puteri Kebaya Indonesia 2026.

Menurut pendampingnya, keberhasilan di Duta Batik membuat Mauren semakin tertarik mempelajari kebaya sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat.

Selama mengikuti rangkaian seleksi Puteri Kebaya Indonesia, Mauren mengaku memperoleh banyak pengalaman baru. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika untuk pertama kalinya melihat Candi Prambanan secara langsung.

“Aku excited banget karena pertama kali melihat Candi Prambanan. Itu pengalaman yang sangat berkesan buat aku,” katanya.

Selain menambah pengalaman, ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi Mauren untuk bertemu banyak teman dari berbagai daerah.

Masuk Top 3 Puteri Kebaya Indonesia 2026 Kategori Cilik

Mauren mengaku tidak pernah menyangka mampu meraih gelar Juara II Puteri Kebaya Indonesia 2026. Bahkan, sebelum pengumuman, ia sempat pesimistis bisa lolos.

“Aku sempat berpikir kayaknya tidak akan lolos. Ternyata bisa sampai Top 3. Senang sekali rasanya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  The Binals Gebrak Malang dengan Album Perdana 18+ Rock N' Roll

Ia juga mengaku sempat merasa gugup saat menghadapi sesi tanya jawab dalam babak penilaian.

Ke depan, Mauren berharap dapat terus mengikuti berbagai ajang yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Ia juga bercita-cita mengikuti ajang Puteri Indonesia ketika telah dewasa.

“Kalau sudah besar, aku ingin ikut Puteri Indonesia,” tuturnya.

Menutup wawancara, Mauren mengajak anak-anak seusianya agar tidak malu mengenakan kebaya maupun batik sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menurutnya, melestarikan budaya Indonesia dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memakai pakaian tradisional dalam berbagai kesempatan dan mengenal kekayaan budaya daerah.

“Jangan malu memakai kebaya atau batik. Kita harus bangga karena itu budaya Indonesia. Walaupun sekarang banyak baju yang modern, kita tetap harus ikut melestarikan budaya kita supaya tidak hilang,” pesannya.

Mauren berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai warisan budaya Indonesia sejak dini. Ia meyakini, dengan rasa bangga terhadap kebaya dan batik, anak-anak Indonesia dapat turut menjaga sekaligus memperkenalkan budaya bangsa kepada dunia.