Bondowoso, sekilasmedia.com – Operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Piramid, Desa Tegal Tengah, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Punggung Naga, tepatnya di kedalaman sekitar 60 meter, Selasa (4/8/2026).
Kedua korban ditemukan dengan jarak sekitar lima meter. Salah satu korban diketahui bernama Maliya Finda (51), Asal Surabaya. Sementara satu korban lainnya berjenis kelamin laki-laki bernama Irfan Nasrul Laili (34), seorang guide asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto mengatakan kedua korban telah berhasil ditemukan sekitar pukul 11.30–12.30 WIB oleh tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran di kawasan tebing Bukit Piramid.
“Korban sudah ditemukan. Dua-duanya dalam keadaan meninggal dunia. Jarak antara keduanya sekitar lima meter,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Kristianto, lokasi penemuan berada di kawasan Punggung Naga, yang dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrem di Bukit Piramid. Titik tersebut berada tidak jauh dari lokasi ditemukannya almarhum Thoriq Rizki Maulidan pada peristiwa pendakian tahun 2019.
Meski korban telah ditemukan, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada hari yang sama. Tim SAR memutuskan membungkus jenazah terlebih dahulu untuk kemudian dievakuasi menggunakan metode lifting pada Rabu (5/8/2026).
“Hari ini korban sudah dibungkus untuk persiapan besok dievakuasi. Besok dilakukan lifting ke atas, kemudian dibawa secara estafet menuju Pos 2 sebelum selanjutnya dibawa menggunakan mobil jenazah ke RS Bhayangkara,” jelasnya.
Ia menjelaskan, penundaan evakuasi dilakukan karena kondisi medan yang sangat terjal dan perlengkapan khusus untuk proses lifting masih didatangkan dari Basarnas Banyuwangi.
“Kendalanya yang pertama memang medan. Kemudian perlengkapan lifting seperti anchor dan peralatan lainnya masih didatangkan dari Basarnas Banyuwangi. Selain itu, tenaga personel juga dipersiapkan maksimal untuk proses evakuasi besok,” katanya.
Kristianto menambahkan, sebagian personel SAR gabungan dan relawan memutuskan bermalam di sekitar lokasi penemuan jenazah agar proses evakuasi dapat dimulai lebih cepat.
“Besok evakuasi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Ada tim yang bermalam di sekitar titik penemuan korban untuk mempersiapkan proses lifting,” ujarnya.
Sebelumnya, operasi pencarian bermula setelah warga melaporkan adanya sepeda motor Yamaha NMax merah yang dititipkan oleh sepasang pendaki di rumah warga Dusun Tegal Tengah pada Minggu (2/8/2026) pagi. Hingga keesokan harinya kendaraan tersebut belum diambil, sementara pemiliknya tidak diketahui keberadaannya.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD dan unsur Muspika Curahdami, keduanya diduga melakukan pendakian menuju Bukit Piramid. Dugaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dari hasil penelusuran awal, identitas pemilik kendaraan mengarah kepada warga Kabupaten Situbondo. Namun proses pencarian kemudian difokuskan di jalur pendakian setelah muncul dugaan kedua pendaki tersesat di kawasan Bukit Piramid.
Kristianto menyebut kedua korban diketahui memiliki pengalaman mendaki. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga, korban perempuan telah beberapa kali melakukan pendakian, sedangkan korban laki-laki dikenal sebagai seorang guide pendakian.
“Kalau dilihat dari riwayatnya, korban perempuan sudah biasa naik gunung. Yang laki-laki juga seorang guide dan sering mendampingi pendaki. Keduanya merupakan pendaki yang berpengalaman,” ungkapnya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan publik terhadap kecelakaan pendakian yang pernah terjadi di Bukit Piramid pada 2019, ketika pendaki Thoriq Rizki Maulidan ditemukan meninggal dunia di kawasan yang tidak jauh dari lokasi penemuan dua korban kali ini.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat dan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan pendakian dengan matang, serta mematuhi seluruh prosedur dan rekomendasi keselamatan sebelum melakukan aktivitas di jalur pendakian dengan tingkat risiko tinggi seperti Bukit Piramid.






