Surabaya, Sekilasmedia.com-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu 2 Agustus 2026.
Berdasarkan data terbaru Kantor SAR Surabaya pukul 17.00 WIB, tragedi tersebut menelan 5 korban meninggal dunia. Sementara 227 penumpang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, menyebut peristiwa itu sebagai duka bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus doa bagi korban yang masih dirawat.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Nur Faizin.
Nur Faizin juga mengapresiasi gerak cepat tim SAR, TNI, Polri, Basarnas, tenaga medis, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi dan penyelamatan.
Menurutnya, insiden ini menjadi pengingat keras bahwa sistem keselamatan transportasi laut harus diperkuat. Apalagi di wilayah kepulauan seperti Madura yang memiliki mobilitas penumpang laut cukup tinggi.
Karena itu ia mendorong pemerintah bersama operator pelayaran melakukan evaluasi menyeluruh. Mulai dari kelayakan armada, kesiapan alat keselamatan, hingga prosedur penanganan keadaan darurat.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kami berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” katanya.
Fraksi PKB DPRD Jatim juga berharap seluruh korban mendapatkan pendampingan maksimal. Baik dari sisi kesehatan maupun pemenuhan hak-hak mereka selama masa penanganan pascakejadian.
Diketahui, proses evakuasi KMP Mutiara Sentosa 2 terus dilakukan. Sedikitnya 9 kapal dikerahkan untuk mengevakuasi para penumpang.
Di antaranya KN SAR 249 Permadi dari Kantor SAR Surabaya, kapal Pos SAR Sumenep, kapal Syahbandar Surabaya, kapal Vessel Traffic Service atau VTS Surabaya, kapal SROP Kalianget, kapal KSOP Kalianget, Kapal Meratur Project 3, serta kapal tunda TB Hasnur 26.
Nur Faizin menegaskan, keselamatan menjadi harga mati dalam setiap pelayaran. Negara dan operator wajib memastikan standar keamanan dijalankan tanpa kompromi.






