Daerah

Tangis Haru Pecah, Pesantren Refah Islami Cetak Hafidh ke-105 dan 106

×

Tangis Haru Pecah, Pesantren Refah Islami Cetak Hafidh ke-105 dan 106

Sebarkan artikel ini
Pesantren Redah Islami cetak Hafidh ke 105 dan 106, dua santri berhasil tuntaskan hafalan 30 juz. (Foto: istimewa)

Gresik,Sekilasmedia.com – Suasana haru menyelimuti Masjid Refah Islami, Kabupaten Gresik, saat Pesantren Refah Islami kembali mencetak hafidh Al-Qur’an. Dua santri, Ananda Danish Rafiuddin Al Fatih dan Ananda Fatan Najah Abdillah, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dan tercatat sebagai Hafidh ke-105 dan ke-106.

Prosesi setoran khatam 30 juz tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan dihadiri Mudir Pesantren Refah Islami KH. Farid Dhofir, Lc., M.Si., tim muhaffidh, para asatidz, serta keluarga besar kedua santri.

Setoran lima halaman terakhir menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang kedua santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Setelah dinyatakan tuntas, suasana masjid dipenuhi lantunan takbir, doa, dan senandung Al-Qur’an.
Tangis haru pun pecah dari keluarga yang menyaksikan langsung keberhasilan tersebut.

Ayah Ananda Danish mengaku bahagia, terharu, sekaligus tidak menyangka putranya mampu menyelesaikan hafalan 30 juz.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Abaikan Prokes, Langsung Ditegur Bupati Tulang Bawang

“ Jujur, hati kami merasa bahagia, haru dan tidak percaya atas pencapaian malam hari ini. Jangan sampai mahkota yang kamu berikan kepada orang tua pudar karena kelalaianmu dalam menjaganya,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesabaran dan ketelatenan para guru dalam membimbing sang anak selama proses menghafal Al-Qur’an.

“ Alhamdulillah, dengan kesabaran dan ketelatenan Ust. Iswadi sejak kelas VII MTs Refah Islami dan para asatidzah lainnya, memberikan support bahkan membangunkan anak kami, malam ini ananda bisa menyelesaikan hafalannya 30 juz,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan seorang hafidh merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan peran santri, guru, dan orang tua.

Sementara itu, Mudir Pesantren Refah Islami KH. Farid Dhofir, Lc., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada kedua santri dan keluarga. Ia berpesan agar capaian menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga diwujudkan dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

BACA JUGA :  Keluarga Besar DPD AMPI Kota Malang, Kabupaten Malang, Surabaya Dan Palangkaraya Gelar Baksos Bersama

KH. Farid mengingatkan pentingnya menjaga sikap tawadhu sebagai bagian dari kemuliaan bersama Al-Qur’an.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Furqan ayat 63:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

“ Barakallah untuk para hafidz! Semoga hafalan ini menjadi cahaya dunia dan akhirat, serta membawa keberkahan bagi keluarga, pesantren, dan umat,” ucap KH. Farid.

Dengan lahirnya Hafidh ke-105 dan ke-106, Pesantren Refah Islami kembali menunjukkan konsistensinya dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa khatam 30 juz bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.