Pendidikan

Dari Medali Emas Ke Jeruji Besi Kepala SMK N 2 Palembang Peringatkan Siswa Agar Tak Terprovokasi ‘Aliansi’ Misterius”

×

Dari Medali Emas Ke Jeruji Besi Kepala SMK N 2 Palembang Peringatkan Siswa Agar Tak Terprovokasi ‘Aliansi’ Misterius”

Sebarkan artikel ini
Kepala SMK N 2 Palembang Jangan Biarkan Masa Depan Siswa Hancur Karena Hasutan Aliansi' Tak Jelas ( foto/Sekilasmedia.Com)

 

PALEMBANG, Sekilasmedia.com- Suasana upacara bendera di SMK Negeri 2 Palembang pada Senin (17/8/2026) berlangsung dengan nuansa khusus. Selain menampilkan identitas budaya melalui seragam batik jumputan dan pakaian adat nasional, momen ini menjadi ajang strategis bagi Kepala Sekolah, H. Suparman, S.Pd., M.Si., untuk menyampaikan dua pesan krusial: merayakan prestasi akademik siswa dan memberikan peringatan keras terkait isu provokasi yang sedang meresahkan.

Prestasi Membanggakan di Tengah Ketegangan

Di awal sambutannya, H. Suparman menyoroti capaian gemilang para siswanya yang berhasil mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional. Dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional di Jakarta, seorang siswa dari bidang robotik sukses meraih peringkat keenam.

“Tidak berhenti di situ, dalam kompetisi daring, kontingen SMK N 2 Palembang juga membawa pulang medali emas, tiga perak, dan dua perunggu, setelah bersaing ketat dengan sekolah-sekolah unggulan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan, dan Banten.

Dominasi sekolah ini juga terlihat di bidang seni. Tim drumband kategori “Kamben” berhasil menyabet Juara 1, mengungguli kompetitor kuat seperti SMK Negeri 6 Palembang.

BACA JUGA :  Siswa-Siswi SMAN 1 Trawas, Dapatkan Wawasan Kebangsaan Dari Tentara

Waspadai Provokator dan Isu Hoax

Meski disibukkan dengan berbagai prestasi, pihak sekolah tidak abai terhadap situasi keamanan terkini. H. Suparman menegaskan bahwa insiden kerusuhan atau penyerangan yang melibatkan oknum pelajar belakangan ini bukan murni aksi spontanitas siswa, melainkan hasil dalang provokator yang memanfaatkan ketulusan hati remaja.

“Jangan sampai kita termakan isu. Anak-anak SMK Negeri kita ini baik-baik semua, tetapi terhasut oleh provokator yang bahkan kita tidak tahu siapa ketuanya atau aliansi apa namanya,” tegas Suparman.

Kepala Sekolah membantah keras narasi liar yang menyebutkan siswa SMK N 2 akan menyerang siswa SMP atau sekolah lain. Menurutnya, itu adalah hasutan murni. Pihak sekolah telah berkoordinasi intensif dengan Polda Sumatera Selatan. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa terduga pelaku utama bukanlah siswa aktif murni, melainkan kemungkinan melibatkan orang luar, alumni, pengangguran, atau individu bermotif sakit hati yang menyusup untuk menghasut siswa.

“Sekarang sudah ada gambar jelas dari CCTV. Kami koordinasikan dengan Polda, dan sekolah-sekolah yang siswanya terindikasi terlibat sudah didatangi untuk dihimbau agar tidak mengulangi perbuatan,” tambahnya.

Peringatan Keras: Masa Depan Adalah Taruhan

BACA JUGA :  Persami Saka Wira Kartika Kodim 0815 Mojokerto di UTC Trawas

Menyikapi hal tersebut, H. Suparman memberikan ultimatum tegas. Siswa yang kedapatan nongkrong tanpa tujuan, bolos sekolah, atau terlibat aksi anarkis akan menghadapi sanksi berat, termasuk dikembalikan kepada orang tua dan dilaporkan ke kepolisian.

Suparman menekankan dampak jangka panjang dari catatan kriminal remaja. “Jika sudah ada catatan kepolisian, masa depan kalian bisa hancur. Saat ingin mengikuti tes kedinasan atau pekerjaan lainnya, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menjadi syarat utama. Jika ada catatan buruk, peluang itu hilang,” ujarnya.

Sikap serupa ditegaskan oleh Kasubdit Sospol Dit Intelkam Polda Sumsel, AKBP Karminto, SH., MH. Ia menghimbau agar siswa langsung pulang ke rumah setelah upacara dan menghindari kegiatan nongkrong yang berpotensi memicu kenakalan remaja.

“Pihak kepolisian terus memantau dan mengidentifikasi aktor intelektual di balik kerusuhan. Kami meminta dukungan orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Fokuslah pada belajar dan mengejar cita-cita, jangan biarkan inovasi dan kreativitas kalian terkubur oleh kenakalan sesaat,” tutup AKBP Karminto.

Hingga saat ini, situasi di lingkungan sekolah terpantau kondusif berkat patroli gabungan dan himbauan intensif dari pihak sekolah maupun aparat keamanan. ( Lin)