Daerah

Sopir Logistik Blokade Akses Pelabuhan Gilimanuk, Kendaran Macet Hingga Tugu Cekik

×

Sopir Logistik Blokade Akses Pelabuhan Gilimanuk, Kendaran Macet Hingga Tugu Cekik

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan logistik mengular di Pelabuhan Gilimanuk (sekilasmedia.com/soni)

Jembrana,Sekilasmedia.com-Kemacetan parah kembali terjadi di ruas jalan utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Minggu sore (6/9/2026). Antrean kendaraan mengular hingga melewati pertigaan Cekik, arah ke Singaraja atau sebaliknya.

Kepadatan kendaraan itu makin diperparah dengan adanya kericuhan puluhan sopir logistik yang melakukan aksi blokade di area pelabuhan. Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan Tiba Bongkar Berangkat (TBB), serta lamanya waktu tunggu hingga 12 jam untuk bisa naik ke atas kapal.

Puluhan sopir berkumpul dan menutup akses masuk keluar Pelabuhan Gilimanuk. Mereka menuntut regulasi yang jelas terkait angkutan logistik. Meski stuasi sempat panas akhirnya berhasil dikendalikan setelah pihak berwenang menggelar mediasi darurat.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama pemisahan jalur muat. Kapal di dermaga LCM dikhususkan untuk kendaraan logistik, sementara dermaga MB diperuntukkan bagi kendaraan penumpang. Kendati demikian kendaraan logistik masih tetap diijinkan menggunakan dermaga MB jika tersedia.

BACA JUGA :  Komsos, Danramil Kutorejo Hadiri Pengajian Umum Di Desa Kertosari

Usai disepakati seluruh kendaraan diperkenankan masuk ke kapal secara tertib sesuai antrean tanpa adanya perlakuan khusus maupun kawalan. Bahkan seluruh operator dan pengguna jasa juga dituntut disiplin terhadap batas waktu bongkar muat maksimal 30 menit untuk mengoptimalkan ritase kapal.

Bibit kericuhan bukan pertama kali dilakukan, sebelumnya juga pernah terjadi pada Sabtu (5/9), sopir truk melakukan protes terhadap penerapan TBB oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Trasportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk.

Kebijakan TBB itu diterapkan karena untuk mengurai antrean di Ketapang. Dimana kapal kapal yang sandar di Gilimanuk langsung jalan dan tidak memuat kendaraan. Namun kondisi tersebut memicu antrean di Gilimanuk dan sopir logistik memprotes.

BACA JUGA :  Lelang Bandeng Kawak Sidoarjo Kumpulkan Dana 1,4 Milyar

Meski pihak pelabuhan sudah tidak lagi menerapkan pola TBB yang diberlakukan, namun antrean kendaraan masih terjadi, sehingga membuat sopir logistik kembali marah dan memblokade akses masuk keluar pelabuhan.

“Kami menuntut mobil logistik bisa langsung menuju LCM tanpa harus dialihkan lagi ke parkir manuver saat situasi seperti ini,” ungkap salah seorang sopir truk.

Aksi ini spontan dan merupakan bentuk kekecewaan atas buruknya penanganan antrean oleh petugas BPTD. Para sopir juga menyoroti adanya oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup keuntungan dengan memberikan jasa kawalan dan menyalip antrean hingga masuk kapal.