Daerah

Dugaan Dana Swadaya Mengalir ke Kepentingan Politik Mencuat, Pedagang Karangploso Resah

×

Dugaan Dana Swadaya Mengalir ke Kepentingan Politik Mencuat, Pedagang Karangploso Resah

Sebarkan artikel ini
Pasar sayur Karangploso Kabupaten Malang (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Ratusan pedagang Pasar Buah Karangploso, Kabupaten Malang, mempertanyakan kejelasan penggunaan dana swadaya yang sebelumnya mereka kumpulkan untuk pembangunan dan penataan lapak.

Dana yang dihimpun dari para pedagang tersebut hingga kini belum terlihat hasilnya secara maksimal. Sejumlah lapak yang diharapkan dapat membuat aktivitas perdagangan lebih tertata justru belum kunjung rampung.

Kondisi itu memicu keresahan di kalangan pedagang. Mereka mendesak adanya keterbukaan mengenai berapa dana yang telah terkumpul, bagaimana penggunaannya, serta sejauh mana realisasi pembangunan lapak yang sebelumnya dijanjikan.

Sejumlah pedagang yang ditemui awak media di kawasan Pasar Buah Karangploso, bahkan mengaku mendengar adanya dugaan penggunaan dana tersebut untuk kepentingan di luar pembangunan pasar.

Salah seorang pedagang, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengungkapkan bahwa iuran tersebut dikumpulkan secara swadaya dari para pedagang dengan tujuan memperbaiki kondisi lapak agar lebih rapi dan nyaman.

“Kami dulu iuran swadaya untuk bangun lapak biar rapi dan nyaman. Tapi sampai sekarang lapaknya mangkrak, tidak selesai. Kami mendengar dana itu pada saat itu dipakai untuk kepentingan politik, termasuk untuk oknum anggota dewan berinisial A,” ujarnya.

BACA JUGA :  Khofifah Nikmati Kuliner di Warung Kama, Suasana Nyantai Dan Asyik Bertamasya

Pedagang lainnya menegaskan, dana tersebut berasal dari hasil usaha mereka sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Kami capek. Uang itu uang kami, hasil jualan. Kalau memang untuk pasar ya kembalikan untuk pasar. Jangan dipakai untuk kepentingan kelompok atau golongan,” katanya.

Keluhan tersebut sekaligus memunculkan tuntutan agar pengelolaan dana swadaya pedagang tidak berhenti pada persoalan administrasi, tetapi juga dibuka secara transparan kepada seluruh pihak yang menyetorkan dana.

Untuk menguji informasi tersebut, awak media kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Pasar Buah Karangploso, Anton Apriyansah, S.E., M.M., melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (12/9/2026).

Namun, Anton belum memberikan penjelasan mengenai substansi penggunaan dana swadaya maupun dugaan pengalihan dana sebagaimana disampaikan para pedagang.

Dalam komunikasi tersebut, Anton menyampaikan bahwa dirinya tengah mempersiapkan operasi usus buntu di Rumah Sakit Marsudi Waluyo.

Dengan demikian, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola Pasar Buah Karangploso terkait besaran dana swadaya, mekanisme pengelolaan, maupun realisasi pembangunan lapak yang dipersoalkan pedagang.

BACA JUGA :  BUPATI MANUKWARI PAPUA BARAT NOBAR PIALA DUNIA 2018 Di PENDOPO KECAMATAN LAWANG

Awak media juga masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak DPRD Kabupaten Malang serta anggota dewan berinisial A yang disebut oleh pedagang dalam dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang bersangkutan.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, persoalan utama yang kini menjadi perhatian pedagang adalah transparansi. Mereka meminta adanya penjelasan terbuka mengenai asal-usul dana, jumlah yang terkumpul, penggunaan dana, serta progres pembangunan lapak.

Para pedagang berharap aparat pengawas maupun aparat penegak hukum dapat menelusuri informasi tersebut secara objektif apabila ditemukan indikasi penyimpangan, sehingga persoalan tidak berlarut-larut dan pembangunan fasilitas pasar dapat segera dilanjutkan.

Bagi para pedagang, dana swadaya bukan sekadar angka dalam catatan administrasi. Uang tersebut berasal dari hasil mereka berjualan dan dikumpulkan dengan harapan kondisi pasar menjadi lebih baik. Karena itu, mereka menilai sudah semestinya setiap rupiah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada para penyetor.