Olahraga

Malang Superfight 27 Siap Digelar, Padukan Tinju, Kick Striking dan Sportainment

×

Malang Superfight 27 Siap Digelar, Padukan Tinju, Kick Striking dan Sportainment

Sebarkan artikel ini
Wiona Anyacie, atlet tinju Kota Malang saat menunjukkan kemampuannya saat jumpa pers dalam ajang Malang Superfight (MSF) ke-27 (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Ring pertarungan kembali disiapkan di Kota Malang. Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang bersama Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya, komunitas combat sport dan Aremania akan menggelar Malang Superfight (MSF) ke-27 pada November 2026.

Tidak sekadar menghadirkan pertandingan tinju, gelaran yang dikemas dengan konsep sportainment ini akan memadukan olahraga, pertarungan combat sport, musik dan pertunjukan tari dalam satu rangkaian kegiatan.

Kesiapan penyelenggaraan MSF ke-27 disampaikan dalam jumpa pers di CR Senaputra, Kota Malang, Minggu (27/9/2026). Ajang yang diproyeksikan berskala nasional dan internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 13-15 November 2026 di Aula Skodam, Jalan Tugu No. 2 Malang, dan Gedung Malang Creative Center (MCC), Jalan A. Yani, Kota Malang.

Penyelenggara menempatkan ajang tersebut sebagai bagian dari momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, sekaligus wadah untuk memperkuat pembinaan atlet olahraga bela diri di Jawa Timur.

Ketua Pertina Kota Malang, Anas Muttaqin, mengatakan MSF ke-27 diharapkan dapat kembali membangkitkan atmosfer kompetisi tinju di Kota Malang.

Menurutnya, perkembangan olahraga bela diri juga menjadi bagian dari karakter olahraga masyarakat Malang yang selama ini dikenal dengan gerakan 5B, antara lain bal-balan, bantengan, band-band-an, balapan dan bogeman.

“Harapannya gairah kompetisi olahraga ini kembali tumbuh di Kota Malang,” ujarnya.

Selain menghadirkan tontonan, MSF ke-27 diarahkan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pencarian atlet muda potensial.

Ajang ini menjadi salah satu sarana untuk mempersiapkan atlet Jawa Timur menghadapi agenda olahraga berikutnya, termasuk Porprov Jatim 2027 dan Pra-PON.

BACA JUGA :  Tampil All Out, PS Riyadlul Jannah Kokoh Dipuncak Grup C Liga Santri PSSI Piala Kasad 2022 Zona Mojokerto

Perwakilan Dispora Kota Malang, Bagus, mengatakan Pemkot Malang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Pemkot Malang sangat mendukung karena sekaligus sebagai persiapan untuk Porprov 2027 nanti,” kata Bagus.

Sejumlah atlet berprestasi juga dipastikan terlibat. Salah satunya Wiona Anyacie, atlet tinju Kota Malang yang meraih medali perak pada Porprov 2025.

Kehadiran atlet-atlet muda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi petinju sekaligus membuka ruang kompetisi bagi talenta baru.

Konsep sportainment menjadi pembeda dalam MSF ke-27. Ketua KTI Malang Raya, Ade Herawanto, mengatakan format tersebut dipilih untuk mendekatkan olahraga pertarungan dengan generasi muda yang semakin akrab dengan berbagai format pertandingan combat sport.

Karena itu, selain pertandingan tinju amatir dan profesional, MSF ke-27 juga menghadirkan pertandingan kick striking serta kompetisi modern dance.

Untuk kategori tinju amatir, panitia menyiapkan pertandingan kelas elite dengan total 12 kelas putra dan putri. Peserta berasal dari atlet Pertina kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kategori putra mempertandingkan kelas 48 kilogram hingga 71 kilogram, sementara kategori putri berada di rentang 48 kilogram hingga 57 kilogram.

Selain itu, akan digelar satu pertandingan tinju profesional untuk memperebutkan Sabuk Juara Emas Wali Kota Malang sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbaiki peringkat nasional di kelas bulu 57,1 kilogram.

Sementara pada cabang kick striking, panitia menyiapkan sejumlah pertandingan yang melibatkan elite fighter Kota Malang. Dua di antaranya dijadwalkan menghadapi fighter dari luar negeri.

“Konsep sportainment ini kami pilih karena minat generasi muda terhadap pertandingan seperti superfight dan kick striking cukup tinggi,” ujar Ade.

BACA JUGA :  Skuat Menjanjikan, Suporter Optimis Persik Kediri dapat Bersaing di Lima Besar Musim Ini

Rangkaian MSF ke-27 dimulai Jumat (13/11/2026) dengan persiapan kru, penimbangan badan atlet amatir, pemeriksaan medis, technical meeting dan konferensi pers.

Sehari berikutnya, Sabtu (14/11/2026), pertandingan tinju amatir digelar sejak pagi hingga malam. Agenda pertandingan diselingi hiburan berupa konser musik dan pertunjukan tari, serta konferensi pers untuk pertandingan combat sport.

Babak final tinju amatir akan berlangsung Minggu (15/11/2026). Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan pertandingan combat sport dan kompetisi modern dance.

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB. Agenda tersebut akan diisi sambutan Wali Kota Malang, penyerahan penghargaan, pelantikan pengurus baru Pertina Kota Malang dan KTI Malang Raya periode 2026-2030, serta ditutup dengan pertandingan tinju profesional.

Panitia juga menyiapkan penghargaan dalam sejumlah kategori, mulai dari Piala Forkopimda untuk Kejurda Jatim Tinju Amatir Pertina, sabuk juara untuk tinju profesional, hingga medali dan uang pembinaan bagi pemenang kick striking.

Tak hanya mengejar kemenangan di atas ring, MSF ke-27 ingin menjadikan pertarungan sebagai bagian dari ekosistem hiburan olahraga yang lebih luas.

Kolaborasi antara Pertina, KTI, komunitas combat sport, pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat diharapkan mampu membuka ruang lebih besar bagi atlet muda sekaligus menghidupkan kembali atmosfer olahraga bela diri di Kota Malang.

Dengan format tersebut, MSF ke-27 juga diproyeksikan menjadi salah satu bagian dari gerakan Malang 1.000 Event, sekaligus memperluas panggung bagi olahraga bela diri dari Kota Malang menuju level nasional dan internasional.