Kediri, Sekilasmedia.com-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri kembali menunjukkan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan panen ubi Cilembu di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lakuli, Selasa (29/9). Sebanyak 120 kilogram ubi Cilembu berhasil dipanen dari program budidaya yang melibatkan Warga Binaan.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, dan diikuti jajaran pejabat struktural serta Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Panen ini menjadi bagian dari pemanfaatan lahan produktif SAE Lakuli sekaligus sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian.
Gatot mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan.
“Panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian terus berjalan dan memberikan hasil. Yang terpenting, Warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, hasil panen sebanyak 120 kilogram ubi Cilembu selanjutnya akan disalurkan dan didistribusikan sesuai dengan mekanisme pemanfaatan hasil pembinaan kemandirian.
“Setiap hasil dari program kemandirian akan kami manfaatkan dan distribusikan dengan baik. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak produk yang dihasilkan sekaligus semakin banyak keterampilan yang diperoleh Warga Binaan,” jelasnya.
Menurut Gatot, SAE Lakuli menjadi salah satu wadah strategis dalam mengembangkan potensi Warga Binaan melalui kegiatan produktif. Keterlibatan secara langsung dalam budidaya pertanian diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan kerja yang dapat diterapkan setelah Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
Melalui panen ubi Cilembu ini, Lapas Kediri terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE Lakuli sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi Warga Binaan.






