Daerah

Petani Mojokerto Dapat 7 Alsintan dari Pemprov Jatim, Diharapkan Dongkrak Produktivitas

×

Petani Mojokerto Dapat 7 Alsintan dari Pemprov Jatim, Diharapkan Dongkrak Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Tujuh unit alsintan disalurkan Pemprov Jatim kepada kelompok tani di Kabupaten Mojokerto untuk mendukung mekanisasi, efisiensi, dan peningkatan produktivitas pertanian. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan tujuh unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.

Penyerahan bantuan berlangsung di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Minggu (4/10) sore. Kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta kelompok tani penerima bantuan.

Tujuh alsintan yang disalurkan terdiri dari dua unit combine harvester dan lima unit pompa air. Bantuan tersebut diterima Kelompok Tani Rukun Makmur 2, Tani Jaya, Sumber Makmur, Mardi Tani, Sejahtera 4, Makmur, dan Rukun Tani.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur atas dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, bantuan alsintan menjadi salah satu langkah untuk mendorong modernisasi pertanian sekaligus menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi petani, seperti keterbatasan tenaga kerja, tingginya biaya produksi, kebutuhan percepatan panen, serta keterbatasan air saat musim kemarau.

BACA JUGA :  Puluhan Warga Kedungmaling, Datangi Kelurahan Pertanyaan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan

“Bantuan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat biaya dan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” ujar Rizal.

Sementara itu, bantuan pompa air diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Rizal berharap bantuan tersebut dapat berdampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Dengan dukungan alat dan mesin pertanian tersebut, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan biaya usaha tani dapat ditekan. Pada akhirnya, pendapatan serta kesejahteraan petani Kabupaten Mojokerto juga semakin meningkat,” ungkapnya.

Ia juga meminta kelompok tani penerima menjaga dan memanfaatkan alsintan secara optimal. Pengelolaan secara bersama dinilai penting agar manfaat bantuan tidak hanya dirasakan oleh satu pihak, tetapi dapat digunakan secara lebih luas oleh anggota kelompok.

“Jangan sampai bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal karena kurangnya pemeliharaan ataupun pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukannya. Mari kita bangun semangat gotong royong, berbagi manfaat, dan mengembangkan pengelolaan alsintan secara bersama-sama,” pesannya.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik dan Forkopimda Ikuti Vidcon Percepatan Vaksinasi Oleh Asops Kapolri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan alsintan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus menghadapi tantangan perubahan kondisi cuaca.

Ia juga mengingatkan petani dan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi kemarau berkepanjangan. Menurutnya, ketersediaan sumber air perlu terus diantisipasi, termasuk dengan mengoptimalkan sumur dan pompa air yang tersedia.

“Mengingat adanya potensi kemarau yang bisa memanjang hingga melewati bulan Desember, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemanfaatan sumur dan pompa-pompa air harus terus dimaksimalkan,” tegas Khofifah.

Secara keseluruhan, Pemprov Jawa Timur pada 2026 mengalokasikan 341 unit alsintan yang terdiri dari 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen. Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah penerima dengan total tujuh unit bantuan.

Penyaluran alsintan tersebut diharapkan dapat memperkuat mekanisasi pertanian di Kabupaten Mojokerto, mempercepat proses produksi, serta membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja dan air.