Peristiwa

Karhutla Landa Tahura Bukit Watu Jengger, 15 Hektare Lahan di Jatirejo Mojokerto Terbakar

×

Karhutla Landa Tahura Bukit Watu Jengger, 15 Hektare Lahan di Jatirejo Mojokerto Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran melanda kawasan Tahura Bukit Watu Jengger, Jatirejo, Mojokerto, hingga menghanguskan sekitar 15 hektare alang-alang, semak belukar, dan rumput kering. Tim gabungan berjibaku memadamkan api di tengah medan perbukitan dan angin kencang. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Bukit Watu Jengger, Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (06/10/2026) sore. Kebakaran menghanguskan sekitar 15 hektare lahan yang ditumbuhi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.40 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang diduga turut mempercepat penyebaran api di kawasan perbukitan.

Mendapat laporan dari petugas Tahura dan BPBD, Babinsa Tawangrejo, Sertu Chozin, segera berkoordinasi dengan petugas terkait dan mendatangi lokasi kejadian. Upaya pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh personel TNI, petugas Tahura, BPBD, perangkat desa, dan masyarakat.

BACA JUGA :  Sambang UMKM, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Tinjau Langsung Geliat Ekonomi Lokal

Dengan menggunakan peralatan pemadaman tradisional, petugas menyisir kawasan terdampak untuk memutus penyebaran api. Setelah dilakukan penanganan selama berjam-jam, api berhasil dipadamkan untuk sementara pada Rabu (07/10/2026) sekitar pukul 01.02 WIB.

Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf Sudirman, S.H., mengatakan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel serta mencegah api kembali meluas.

“Begitu mendapat laporan, Babinsa langsung berkoordinasi dengan petugas Tahura, BPBD, perangkat desa dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Kondisi medan dan angin yang cukup kencang menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat di sekitar kawasan hutan diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau alang-alang sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Kepedulian bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Mega Proyek Jalan Empunala Disidak Dewan

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian. Sementara kerugian materiil berupa terbakarnya vegetasi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering di kawasan Tahura seluas sekitar 15 hektare.

Babinsa bersama petugas Tahura dan BPBD juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.

Sinergi TNI, petugas Tahura, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat guna mencegah meluasnya karhutla sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kabupaten Mojokerto.