Mojokerto, Sekilasmedia.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar Wisuda Santri Angkatan III Kitab Al-Imrithi sekaligus memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 santri warga binaan yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab tersebut dan berlangsung di aula utama Lapas Mojokerto, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Darul Az-Zahro Krian, Sidoarjo, K.H. Nur Rohman beserta para guru, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto, Bambang Sunaryadi, S.Ag., M.HI., selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mojokerto, Lukman Hakim, S.Pd., serta para alim ulama dari PCNU Kabupaten Mojokerto, K.H. Abdul Hamid dan Gus Rofian.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam mengikuti pembinaan keagamaan. Program pembelajaran akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk melalui seleksi peserta untuk gelombang keempat. Sebanyak 20 santri yang diwisuda diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama.
Sebelum prosesi wisuda, para santri mengikuti tes pemahaman Kitab Al-Imrithi sebagai bagian dari evaluasi hasil pembelajaran. Para peserta yang diwisuda telah mengikuti pembelajaran dengan baik, termasuk mempelajari dan membaca materi kitab yang diajarkan selama program berlangsung.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Darul Az-Zahro, K.H. Nur Rohman, turut mengapresiasi terselenggaranya program pembinaan keagamaan di Lapas Mojokerto. Pembelajaran Kitab Al-Imrithi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan agama para santri, tetapi juga menjadi bekal dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, dan perilaku yang lebih baik.
Salah satu warga binaan berinisial AD mengungkapkan rasa haru dan syukurnya karena mendapat kesempatan mengikuti pembelajaran kitab hingga dinyatakan lulus dan diwisuda. Baginya, pengalaman tersebut menjadi hal berharga selama menjalani masa pembinaan sekaligus membuktikan bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan wisuda ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, semangat menuntut ilmu, dan pembentukan karakter positif bagi warga binaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Mojokerto dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkesinambungan.
Melalui program pembelajaran keagamaan yang terus dikembangkan, Lapas Mojokerto berharap para santri warga binaan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.












