Jember ,sekilasmedia.com– Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember periode 2026–2030 dipastikan berjalan sesuai dengan koridor hukum dan aturan Kementerian Agama RI. Pihak kampus menegaskan tidak ada sistem gugur, eliminasi, ataupun pemangkasan jumlah kandidat oleh Senat Universitas dalam tahapan pemaparan visi dan misi yang digelar Senin (19/10/2026).
Agenda sidang pleno yang diikuti oleh 38 anggota Senat Universitas tersebut murni diselenggarakan untuk memberikan pertimbangan kualitatif, bukan penilaian berbasis angka atau pemeringkatan numerik. Hal ini sekaligus meluruskan kabar burung yang mengklaim adanya pengerucutan nama kandidat pimpinan di tingkat universitas.
Berdasarkan regulasi, Senat tidak memiliki wewenang untuk mencoret nama kandidat. Oleh karena itu, berkas dari seluruh (8) Calon Rektor yang telah memaparkan program kerjanya akan dikirimkan secara utuh dan kolektif ke Jakarta. Dokumen hasil pemberian pertimbangan kualitatif dari Senat akan menjadi bahan pertimbangan tambahan bagi pusat, tanpa mengurangi jumlah kandidat dari daerah.
Kedelapan figur akademisi terbaik yang berkasnya diteruskan secara utuh tersebut adalah:
1. Prof. Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si.
2. Prof. Dr. H. Miftah Arifin, M.Ag.
3. Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M.
4. Prof. Dr. Drs. H. Ubaidillah, M.Ag.
5. Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd.
6. Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si.
7. Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag.
8. Prof. Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si.
*Menteri Agama Pegang Keputusan Akhir*
Sesuai tata birokrasi yang sah, hak prerogatif untuk menyaring hingga menentukan siapa yang akan menduduki jabatan Rektor UIN KHAS Jember definitif berada sepenuhnya di tangan Menteri Agama Republik Indonesia.
Skema normatif yang transparan ini sengaja diterapkan guna menjaga stabilitas dan marwah institusi pendidikan.
Soliditas civitas akademika pun terlihat nyata di lapangan, di mana suasana selepas pleno ditutup dipenuhi kehangatan akademik. Seluruh elemen mulai dari pimpinan, para kandidat, anggota senat (termasuk senat perempuan yang kompak berbusana putih-cokelat muda), hingga perwakilan organisasi mahasiswa seperti DEMA dan SEMA, melebur bersama dalam momen makan siang yang rukun dan penuh kebersamaan.
Masyarakat dan civitas akademika diimbau untuk tetap tenang mengawal proses ini dan tidak terpengaruh oleh klaim-klaim sepihak dari sumber tidak resmi yang berpotensi menimbulkan kesimpangsiuran informasi.






