PALEMBANG, Sekilasmedia.com-Gelora Olahraga (GOR) Dempo di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, kembali menjadi saksi bisu semangat ribuan atlet muda pada Kamis (22/10/2026). Sebanyak sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah memadati arena untuk mengikuti. Hj. Meilinda Cup 2026, sebuah kejuaraan taekwondo tingkat Grade C yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan.
Kejuaraan ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang perebutan medali, melainkan memiliki misi strategis ganda. Selain berfungsi sebagai sarana pembinaan atlet berjenjang, event ini juga menjadi media sosialisasi regulasi pertandingan terbaru yang belum sepenuhnya dipahami oleh para praktisi taekwondo di tingkat akar rumput.
Sosialisasi Regulasi dan Penguatan Mental.
Ketua Umum Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan event ini telah direncanakan secara matang sejak enam bulan lalu. Fokus utama tahun ini adalah adaptasi terhadap perubahan peraturan dalam dunia taekwondo.
“Banyak aturan baru yang belum diketahui secara mendalam oleh atlet maupun pelatih. Melalui kejuaraan ini, kami ingin memastikan regulasi tersebut dapat dipahami dan diterapkan dengan baik di lapangan, sehingga atlet semakin siap menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi,” ujar Meilinda dalam sambutannya.
Meilinda, yang akrab disapa Bunda Meilinda, menekankan bahwa penguasaan teknik semata tidak lagi cukup. Atlet dituntut memiliki kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan membaca situasi sesuai ketentuan terbaru. Ia menyoroti pentingnya pengalaman bertanding sejak usia dini, terlihat dari partisipasi atlet termuda yang baru berusia enam tahun.
“Saya sering mendampingi anak-anak ke tingkat nasional. Yang saya tangkap, kunci utamanya adalah rasa percaya diri. Event seperti ini dirancang agar mereka terbiasa dengan tekanan kompetisi, belajar menghormati lawan, dan menerima hasil dengan sportivitas,” tambahnya.
Partisipasi Luas dan Data Evaluasi.
Meskipun awalnya terdapat kekhawatiran mengenai minimnya partisipasi dari provinsi tetangga seperti Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung, antusiasme peserta tetap tinggi. Dominasi atlet berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan, namun kehadiran sejumlah peserta dari luar provinsi juga tercatat, menunjukkan daya tarik event ini sebagai barometer kualitas pembinaan regional.
Sekretaris Pengprov TI Sumsel, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa kompetisi berkelanjutan merupakan kunci evaluasi. Menurut Carli, jumlah peserta yang besar memberikan data berharga bagi pengurus dan pelatih untuk memetakan potensi atlet.
“Pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari usia dini hingga atlet siap bersaing di level nasional. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga peningkatan kualitas teknik, ketahanan mental, dan konsistensi latihan,” ungkap Carli.
Target Ambisius: Kejuaraan Internasional 2027.
Kesuksesan.Hj. Meilinda Cup 2026* dijadikan batu loncatan bagi Pengprov TI Sumsel untuk melangkah lebih jauh. Meilinda mengungkapkan rencana ambisius untuk menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil agar atlet Sumsel tidak tertinggal dalam perkembangan taekwondo nasional maupun global.
“Indonesia sedang maju, dan Sumsel tidak boleh ketinggalan. Tahun depan kita sudah memiliki rencana tepat untuk membuat event internasional. Ini semua butuh disiplin dan semangat latihan. Tanpa latihan keras, prestasi tidak akan datang dengan sendirinya,” tegas Meilinda.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, klub, orang tua, dan masyarakat, Hj. Meilinda Cup 2026. diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya atlet-atlet taekwondo berprestasi dari Bumi Sriwijaya yang mampu mengharumkan nama daerah hingga kancah dunia. ( Lin)






