Palembang,Sekilasmedia.com-Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Mapolda Sumatera Selatan, Senin (26/10/2026). Di hadapan ratusan personel gabungan, Wakil Kapolda Sumsel, Brigjen Pol Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., secara resmi melepas apel gelar pasukan untuk memulai Operasi Patuh Musi 2026. Namun, pesan yang disampaikan jauh melampaui rutinitas penegakan hukum biasa.
Dalam arahannya, Wakapolda menekankan pergeseran paradigma dari pendekatan represif menjadi humanis. Ia menegaskan bahwa esensi operasi tahun ini adalah “perlindungan jiwa”, bukan sekadar mengejar target tilang.
“Operasi ini menitikberatkan pada perlindungan jiwa. Saya instruksikan jajaran untuk memberikan edukasi yang mencerahkan dan menjadi teladan disiplin bagi masyarakat,” tegas Irwansyah di hadapan para pejabat utama Polda Sumsel, termasuk Irwasda Kombes Pol Iwan Sonjaya dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Robertho Pardede.
Komitmen sinergitas terlihat jelas dari kehadiran perwakilan lintas sektor dalam acara tersebut. Unsur TNI seperti Pomdam II/Sriwijaya dan Denpom Lanal Palembang, bersanding dengan instansi sipil seperti Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, BPTD Kelas II Sumsel, Satpol PP, Bapenda, hingga PT Jasa Raharja Cabang Sumsel. Kehadiran mereka menjadi simbol kolaborasi nyata dalam menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Dari sisi strategi operasional, Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Robertho Pardede, mengungkapkan bahwa teknologi akan menjadi ujung tombak pendisiplinan pengendara. Selain patroli terpadu, pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement* (ETLE) akan dioptimalkan untuk menjangkau pelanggar secara sistematis tanpa harus selalu berhadapan fisik.
“Target utama kami adalah menekan angka kecelakaan fatal. Kami akan melakukan penindakan berbasis sistem elektronik sekaligus membangun kultur sadar tertib lalu lintas secara berkelanjutan,” ungkap Robertho.
Meski teknologi dikedepankan, aspek partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengajak warga untuk proaktif melengkapi administrasi kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas.
Kesadaran masyarakat adalah kunci. Mari kita utamakan keselamatan demi kenyamanan bersama,” imbau Nandang.
“Operasi Patuh Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua minggu ke depan. Dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait, operasi ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas jalan di Sumatera Selatan sambil menanamkan budaya berkendara yang aman dan santun.






