POLISIKU

Kapolres Batu Rangkul SPSI, Dialog Terbuka Jadi Kunci Jaga Harmoni Ketenagakerjaan

×

Kapolres Batu Rangkul SPSI, Dialog Terbuka Jadi Kunci Jaga Harmoni Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa saat menggelar silaturahmi dan ngopi bareng bersama jajaran pengurus SPSI Kota Batu di Hotel Purnama (foto Basuki).

Batu,Sekilasmedia.com-Hubungan industrial yang harmonis tidak cukup dibangun melalui aturan dan kebijakan. Komunikasi, keterbukaan, serta kepercayaan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting untuk mencegah persoalan ketenagakerjaan berkembang menjadi konflik.

Semangat itulah yang dibangun Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa, S.H., S.I.K., M.A.P., saat menggelar silaturahmi dan ngopi bareng bersama jajaran pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu di Hotel Purnama, Jalan Raya Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (31/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Lebih dari itu, menjadi ruang dialog antara kepolisian dan kalangan pekerja untuk membicarakan dinamika ketenagakerjaan, menyerap aspirasi, sekaligus memperkuat komitmen menjaga situasi Kota Batu tetap aman dan kondusif.

Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa menegaskan, kepolisian harus hadir di tengah masyarakat dan membangun hubungan yang dekat dengan seluruh elemen, termasuk kalangan pekerja dan organisasi serikat buruh.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa diwujudkan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Dibutuhkan keterlibatan dan kepercayaan seluruh komponen masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bijak.

“Sebagaimana program Bapak Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, serta program Bapak Kapolda Jawa Timur, Jogo Omah, kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami tidak memiliki kepentingan lain selain menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kota Batu,” ujar Panji.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam menghadapi berbagai persoalan hubungan industrial. Perbedaan kepentingan antara pekerja dan perusahaan, menurutnya, merupakan dinamika yang harus disikapi secara dewasa dengan mengedepankan dialog dan ketentuan hukum.

BACA JUGA :  Pantau Sungai Marmoyo, Upaya Antisipatif Polsek Jetis Memasuki Musim Penghujan

Kapolres menegaskan, kepolisian menghormati hak pekerja untuk menyampaikan pendapat, termasuk melalui aksi unjuk rasa. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Permasalahan itu pasti ada, tetapi kuncinya adalah komunikasi yang baik. Kami menghormati hak masyarakat, termasuk hak pekerja untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tentu, dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap, setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Terlebih, Kota Batu memiliki karakteristik perekonomian yang bertumpu pada sektor pariwisata. Stabilitas hubungan antara pekerja dan pengusaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan iklim investasi dan aktivitas ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua SPSI Kota Batu Imam Syofi’i menyampaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang masih dihadapi pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemenuhan hak-hak normatif buruh, termasuk pembayaran upah sesuai ketentuan yang berlaku.

Imam berharap, komunikasi dan kolaborasi dengan Polres Batu dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang sehat serta membantu mencarikan jalan keluar ketika muncul persoalan antara pekerja dan perusahaan.

Berbagai aspirasi tersebut mendapat respons positif dari Kapolres. Ia menyebut, pertemuan langsung dengan organisasi pekerja menjadi sarana penting bagi kepolisian untuk memahami persoalan yang berkembang di lapangan, bukan sekadar menerima informasi dari laporan formal.

BACA JUGA :  Polres Lumajang Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir, Cukupi Kebutuhan Warga

Sementara itu, Direktur Hotel Purnama Willy Suhartanto menilai hubungan yang harmonis antara manajemen dan pekerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan sebuah usaha.

Ia menekankan, komunikasi dan sikap saling menghargai harus menjadi landasan dalam membangun lingkungan kerja yang sehat. Pendekatan kekeluargaan juga dinilai mampu mencegah kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu hubungan kerja.

“Bagi kami, karyawan bukan sekadar bawahan, melainkan bagian dari keluarga. Dengan komunikasi dan saling menghargai, berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan baik. Kami juga terus menjalin koordinasi dengan SPSI agar hubungan kerja tetap harmonis,” ungkap Willy.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, Kasat Lantas AKP Matheus Jaka Nusantara, Kasat Intelkam AKP Agus Sulistiono, Kasat Reskrim AKP Zaenal Arifin, Ketua SPSI Kota Batu Imam Syofi’i beserta jajaran pengurus, serta manajemen Hotel Purnama.

Melalui forum dialog tersebut, Polres Batu berharap sinergi antara kepolisian, serikat pekerja, dan kalangan pengusaha tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Komunikasi yang terbangun diharapkan berlanjut menjadi kerja sama nyata dalam merespons persoalan ketenagakerjaan.
Panji kembali menegaskan bahwa Polres Batu terbuka menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus membangun penyelesaian persoalan melalui pendekatan dialogis.

“Harapan kami, dengan sinergi dan komunikasi yang baik antara Polri, SPSI, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat, Kota Batu senantiasa menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif. Mari bersama-sama menjaga Kota Batu agar tetap harmonis dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.