Daerah

Perhatikan Kesejahteraan Pendidik, Bupati Malang Siapkan Kenaikan Insentif Guru PAUD

×

Perhatikan Kesejahteraan Pendidik, Bupati Malang Siapkan Kenaikan Insentif Guru PAUD

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang Sanusi saat menghadiri Gebyar Santri Aswaja dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Taman Rekreasi Sengkaling (foto Basuki).

Malang, sekilasmedia.com– Kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malang. Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., berkomitmen menaikkan insentif bagi para pendidik PAUD dari semula Rp250 ribu menjadi Rp500 ribu.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Sanusi saat menghadiri Gebyar Santri Aswaja dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Taman Rekreasi Sengkaling, Kecamatan Dau, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Di hadapan ratusan guru PAUD, pengurus Muslimat NU, dan wali murid, Sanusi menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada kurikulum dan fasilitas. Kesejahteraan tenaga pendidik juga perlu mendapat perhatian, mengingat mereka berada di garis depan dalam membangun fondasi karakter generasi penerus bangsa.

Rencana kenaikan insentif tersebut, menurut Sanusi, telah dikoordinasikan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang agar segera ditindaklanjuti. Ia berharap kebijakan itu dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para guru PAUD yang selama ini menjalankan tugas mendidik anak-anak, sekaligus memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

Gebyar Santri Aswaja yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas” itu bukan sekadar menjadi perayaan Hari Santri Nasional. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IG PAUD) Muslimat NU Kabupaten Malang tersebut juga menjadi ruang penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

BACA JUGA :  Pengabmas MAHIKA: Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri Berbasis Kearifan Lokal, Wujudkan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi Keluarga

Suasana kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan Senam Aswaja yang melibatkan anak-anak PAUD. Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan penting mengenai tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan moral dan keagamaan yang kuat.

Sanusi menilai, pendidikan karakter harus dimulai sejak anak berada pada usia dini. Pada fase inilah nilai-nilai agama, tata krama, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan secara konsisten.

Karena itu, ia meminta para guru PAUD dan orang tua tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan adab dan kepribadian.

Mengutip pesan Rasulullah SAW, “Adibu auladakum wa qira’atal Qur’an”, Sanusi mengingatkan pentingnya mendidik anak dengan adab serta membiasakan mereka membaca Al-Qur’an.

“Kepada para kepala sekolah dan para guru IG PAUD Muslimat, teruslah ajari anak-anak kita mengaji dan tata krama yang baik. Para guru dan pengurus tidak perlu merasa khawatir, karena siapa saja yang menolong agama Allah, kehidupannya akan dijamin dan dicukupi oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Muhammad ayat 7,” tutur Sanusi.

Selain perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD, Pemkab Malang juga berupaya memperkuat dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Sanusi menginstruksikan agar dilakukan pendataan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang untuk mengidentifikasi kebutuhan bantuan bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat alokasi bantuan sekaligus memastikan dukungan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan bisa direncanakan dan dianggarkan secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Sosialisasi Penanganan Dan Pengendalian Banjir Kali Lamong, SDA DPUTR Gresik Bersama DPRD Gresik Lakukan FGD

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Salah satunya melalui perhatian terhadap guru PAUD Muslimat NU, termasuk dukungan penyediaan seragam.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Muslimat NU dan para pendidik untuk terus membangun kemandirian dengan prinsip ibda’ binafsik, memperkuat persatuan, serta menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui Gebyar Santri Aswaja ini, saya berharap semangat Hari Santri tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan keagamaan, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, dan menyiapkan generasi muda Kabupaten Malang yang religius, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Sementara itu, menjelang berakhirnya kegiatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menyerahkan bantuan kipas angin kepada seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Malang.

Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas kelembagaan Muslimat NU yang selama ini berperan dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, di antara berbagai rangkaian kegiatan Gebyar Santri Aswaja, komitmen peningkatan insentif guru PAUD menjadi perhatian tersendiri. Sebab, di balik upaya membangun generasi unggul dan berkarakter, terdapat peran para pendidik yang setiap hari bekerja meletakkan dasar pendidikan anak-anak sejak usia dini.

Kenaikan insentif yang direncanakan Pemkab Malang itu diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi benar-benar dapat diwujudkan melalui kebijakan dan penganggaran yang berkelanjutan.

Penulis : S Basuki