
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Keberadaan Babinsa di desa binaanya terasa sangat di butuhkan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan di desa. Kedekatan Babinsa dengan masyarakat mutlak diperlukan, untuk itu di butuhkan kehadiranya setiap ada kegiatan yang sedang dilakukan di desa sehingga terjalin komunikasi yang timbal balik. Disaat masyarakat sedang ada musibah, Babinsa pun hadir ditengah tengah masyarakat, sehingga terasa seperti sebuah keluarga.
Maraknya wabah penyakit demam berdarah pada saat ini terjadi karena gigitan nyamuk Aides Agipty. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, pasien penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat luar biasa banyaknya, bahkan Rumah Sakit Umum maupun swasta di dominasi oleh pasien DBD ini. Musim penghujan menyebabkan genangan air di selokan- selokan, kubangan- kubangan air serta adanya kamar mandi warga yang kotor jarang di kuras menjadi tempat berkembangnya jentik- jentik nyamuk. Inilah yang melatarbelakangi Serma Abdul Jalil Babinsa Koramil 0820/17 Pakuniran mempelopori dan mengajak warganya melakukan gerakan untuk pemberantasan sarang nyamuk.
Seperti yang dilakukan oleh Serma Abdul Jalil Babinsa Pakuniran bersama Bidan Puskesmas dan Muspika Pakuniran ketika sedang mengajak warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Kamis (27/12/19)
Masing masing petugas bertindak sebagai JUMANTIK alias Juru Pemantau Jentik nyamuk melakukan pemeriksaan kamar mandi warga serta sekitar rumah warga Pakuniran. Seperti kita ketahui bersama bahwa nyamuk sangat senang dengan lingkungan yang tidak bersih, apalagi ada genangan air di kaleng-kaleng bekas, jentik-jentik nyamuk akan lebih cepat berkembang biak. Selain mengajak melaksanakan gotong royong pembersihan sarang nyamuk bersama masyarakat Serma Abdul Jalil juga mensosialisasikan hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengubur kaleng-kaleng bekas, membersihkan saluran pembuangan air agar tidak menjadi sarang atau tempat berkembang biak nyamuk
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat desa binaan kami agar terhindar dari penyakit Demam Berdarah yang saat ini lagi marak” ujar Serma Abdul Jalil .
Serma Abdul Jalil juga menambahkan bahwa Saatnya masyarakat waspada, mengingat hujan terus menerus turun di daerah kita ini. Ancaman penyakit demam berdarah perlu diwaspadai bersama. Menurutnya, penyakit ini sampai kini belum ada vaksinnya dan belum ada pengobatan yang spesifik. Karena itu upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi kasus DBD adalah meningkatkan upaya pencegahan.
“Kita dorong masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk(PSN) rutin. Upaya satu-satunya mencegah gigitan nyamuk mengurangi populasi nyamuk itu dengan PSN,” ungkap Serma Abdul Jalil mengakhiri pembicaraannya dengan awak media.
Rul











