
LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Kegemaran mengumpulkan berbagai bentuk bambu yang berbeda pada umumnya tumbuhan bambu, sekarang telah di minati dari berbagai kalangan, sama halnya pada pemuda Desa Telungagungan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (17/02/2020).
Eko Wahyudi (29), Desa Telungagungan, RT / 005, RW / 003, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, sekarang telah menjadi kolektor bambu berbentuk unik, dalam 6 bulan dia menjadi kolektor, sudah ada 9 jenis bambu unik berbeda bentuk yang dia kumpulkan di rumahnya, diantaranya Songgo Buwono, Patil Lele, Bulu Perindu, Carang Gantung, Petuk Jalu,
Pring Petuk, Combong, Tumpang Sari, Bambu Dampit.
“Saya menggemari jenis bambu mas, karena dari segi adat Jawa berbagai jenis bambu unik mengartikan tentang kehidupan manusia, ada filosofinya sendiri-sendiri”, ujarnya.
Adanya sedikit kutipan contoh filosofi bambu Songgo Buwono dari postingan facebooknya, seseorang yang telah hidup dan berada dalam dunia ini, haruslah bisa dan belajar menyengkal dunia, dalam artian manusia yang ada di dunia ini jangan tenggelam dalam keterpurukan duniawi, yang seharusnya manusia itu bisa mengendalikan duniawinya, jangan menyerah dalam menghadapi semuanya pusatkan pada satu titik yaitu Tuhan.
“Adanya semua itu tidak ada hal mistis yang terjadi pada saat menemukan bambu tersebut, semua itu nyata, bukan dari sebuah mimpi atau pentunjuk lainnya yang memberi tahu di situ ada bambu atau di sana ada bambu,” tambahnya.
Memang sungguh indah mahakarya ciptaan tuhan dari alam berbentuk tumbuhan bambu, ukiran atau bentuk yang indah yang bisa meng hipnotis mata dari para kolektor, sampai di jadikan kegemaran atau hobi, diburu bagi banyak orang, terbentuknya komunitas para pecinta bambu unik.
Sementara ini di wilayah Pronojiwo belum ada kumpulan atau kelompok pecinta bambu unik, Eko sendiri masih ikut pada komunitas pecinta bambu di daerah Dampit, Kabupaten Malang.
“Awalnya saya tau adanya perkumpulan para pecinta bambu unik dari Facebook, harapan saya di wilayah Pronojiwo sendiri ada komunitasnya, dan saya masih pemula ingin mengetahui lebih dalam tentang filosofi bambu tersebut”, Pungkasnya. (Doris/lor)





