Mojokerto

Ditutup Pemilik, Pengunjung Paksa Masuk Ranu Manduro

×

Ditutup Pemilik, Pengunjung Paksa Masuk Ranu Manduro

Sebarkan artikel ini
Papan peringatan dipasang PT Wira Bumi di lokasi Ranu Manduro.

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Wisata dadakan Ranu Manduro, di Desa Manduro Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto resmi ditutup pemilik lahan.

Kendati demikian, masih banyak pengunjung yang memaksa masuk karena hasrat ingin tahu yang kuat.

Keputusan untuk menutup lokasi bekas tambang ini memang sempat menjadi desas-desus, sebelum akhirnya PT Wira Bumi selaku pemilik lahan resmi menutupnya, Kamis (27/02). Di tengah akses masuk area, dipasang papan peringatan ‘Dilarang Keras Memasuki Wilayah Pertambangan Tanpa Izin. Melanggar: 1. Kepmen ESDM 1827 tahun 2018. 2. KUHP pasal 167,389,551’.

Menyikapi penutupan area wisata dadakan itu, terjadi pro-kontra diantara pengunjung, namun kebanyakan dari mereka banyak yang tidak setuju jika Ranu Manduro ditutup. Termasuk para pedagang yang mengais rezeki di area tersebut.

BACA JUGA :  Diam Diam 36 Bidan Diangkat menjadi CPNS, Diduga Per Orang Harus Bayar30 Juta

‘Menurut saya ada segi positif dan negatifnya sih kalau tempat ini di tutup. Tapi untuk saya pribadi tidak setuju, karena tempat ini masih alami dan bisa di jadikan hunting foto dan foto pre wedding,” Ucap Chaca, pengunjung asal Sukodono Sidoarjo, Jumat (28/02)

Hal senada juga diungkapkan Kastubi, pedagang asli Desa Manduro, Kecamatan Ngoro. “Kalau bisa saya mohon untuk PT. Wira Bumi agar tetap mengizinkan tempat ini dibuka terus. Karena kami para pedagang bisa meningkatkan pendapatan. Saya jualan disini satu hari bisa memperoleh kurang lebih satu juta rupiah.” Kata Kastubi.

BACA JUGA :  Pesan PJs Bupati Jazuli Kepada ASN Pemkab Mojokerto: Jadilah Air yang Dibutuhkan Semua Orang

Berkah viralnya wisata Ranu Manduro sebenarnya juga dirasakan masyarakat setempat. Karang Taruna Desa Manduro bisa mendapat keuntungan dengan menarik biaya retribusi sebesar Rp5000 per kendaraan pengunjung.

“Meskipun sejak tadi malam (27/02) sudah dipasang papan peringatan ini, tapi para pengunjung tetap saja masuk. Dan kami pun tidak bisa melarang karena tempat ini sudah viral. Dan banyak warga yang ingin berkunjung kesini.” Ucap Yudi, sekretari Karang Taruna Manduro. (Adi/joe)