Daerah

Covid-19, Ratusan Santri Dipulangkan Dari Pondok Dan Diperiksa Secara Ketat

×

Covid-19, Ratusan Santri Dipulangkan Dari Pondok Dan Diperiksa Secara Ketat

Sebarkan artikel ini

 

para santri disemprot cairan disinfektan.

Lumajang, Sekilasmedia.com– Berjumblah ratusan santriwan dan santriwati yang berasal dari Kabupaten Lumajang diperiksa secara intensif, dengan cara periksa suhu tubuh maupun penyemprotan badan dan juga barang bawaan yang melakukan perjalanan, hal itu sebagai bentuk dari kebijakan pemerintah Kabupaten Lumajang.

Adanya itu dikarenakan seluruh santri tersebut sedang di pulangkan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, para santri dipulangkan bukan berarti mereka semua lulusan, melainkan para santri dipulangkan karena dampak dari terimbas virus corona (covid-19). Jum’at (03/04/2020).

Para santri putra dan putri di Ponpes itu dipulangkan setelah ada himbauan dari Pemerintah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ualama (PWNU) Jawa Timur. Dipulangkannya para santri Lumajang ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran maupun memutus rantai virus corona.

BACA JUGA :  Dispendukcapil Berikan Pelayanan Pencatatan Akte Perkawinan Non Muslim

Para santri itu dipulangkan menggunakan enam bus dan satu mobil elf, sesampainya di Lumajang, Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), tepatnya pada, Rabu 01 April 2020,
nampak ratusan wali santri yang sedang menunggu anak-anaknya masing-masing keluar pondok guna dijemput dan dibawa pulang.

Sebelum pulang, beberapa petugas medis terlebih dahulu memeriksa satu per satu dari suhu tubuh santri Lirboyo itu menggunakan thermogun, bukan hanya itu para santri satu per satu disemprot menggunakan cairan disinfektan, tak lupa barang bawaan mereka pun juga disemprot.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Teguh Widjayono memberi himbauan, harus ada pemeriksaan kesehatan, sebelum para santri pulang ke rumahnya, hal ini dikarenakan langkah antisipasi penyebaran virus corona, dan juga kebijakan pemerintah.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2024

“Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan sebelum para santri pulang ke rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona,” Ujarnya.

Dia juga menambahkan, harapan kami agar para wali dari santri juga melakukan edukasi, supaya putra/putrinya yang pulang dari pondok melaksanakan isolasi di rumah masing masing selama 14 hari.

“Kami menghimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” Tambahnya.

Dengan cara tidak keluar rumah selama 14 hari, mengurangi kontak dengan masyarakat luas untuk memastikan tidak terjangkit atau menularkan Covid 19, itu membantu penanggulangan wabah virus Corona,” Pungkasnya.(lor)