
Gresik, Sekilasmedia.com- Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim menegaskan, tidak ada larangan pelaksanaan shalat di Masjid. Hal ini disampaikan wabup kepada Sekilasmedia.com, Selasa (26/5/2020).
” Kita patut bersyukur kehadirat Allah SWT karena kita masih dipertemukan kembali setelah menjalani ibadah puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H ini. Ada saudara kita menjelang bulan ramadhan bahkan dipertengahan maupun akhir bulan ramadhan telah dipanggil Allah SWT,” ungkap Wakil Bupati Gresik.
Pelaksanaan ibadah (shalat ) di masjid pada bulan ramadhan tahun ini saat pandemi covid-19 memang beda dengan tahun kemarin di mana masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan covid -19. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gresik melindungi masyarakat dari penyebaran virus corona tersebut, kata M.Qosim.
Terkait kekhawatiran atau polemik di masyarakat tidak bisa melaksanakan shalat di masjid. “Bahwasannya pemerintah tidak melarang masyarakat beribadah shalat di masjid, hanya pembatasan sesuai standart protokol kesehatan covid-19. Ruhnya shalat tetap tidak diubah,” tegasnya.
M. Qosim melalui media pers menghimbau bagi masyarakat yang akan shalat di masjid seyogyanya mengambil wudlu di rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, menerapkan aturan sosial distancing dan physical distancing.
” Kenapa pakai masker saat shalat? Agar saat shalat ada orang yang bersin atau doplet tidak menyebarkan virus penyakit ke orang sekitarnya. Dengan jarak aman 1,5 meter antar orang posisi tidak sejajar tapi zig zag. Kemudian yang lebih penting yaitu tidak saling berjabat tangan setelah shalat selesai,” tambahnya.
Sementara itu, terkait perpanjangan PSBB tahap tiga di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) kembali M. Qosim meminta masyarakat tidak perlu takut meski pelaksanaan PSBB tahap dua berakhir tanggal 25 Mei 2020 dan tetap menjalani keseharian seperti biasa namun harus waspada dengan menerapkan aturan protokol kesehatan WHO.
” Penerapan PSBB ini sebagai upaya pemerintah memutus mata rantai pemyebaran Covid-19. Dan menurut pengamatan kami saat ini masyarakat kian tambah sadar akan bahaya penyebaran Covid terhadap kesehatan dirinya maupun keluarga,” jelasnya (rud)





