Daerah

Forkopimda Lumajang Tinjau Lokasi Aliran Guguran Lava Gunung Semeru

×

Forkopimda Lumajang Tinjau Lokasi Aliran Guguran Lava Gunung Semeru

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG, Sekilasmedia.com– Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan kegiatan atas pencegahan lokasi guguran material erupsi gunung semeru. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemantauan dan mengecek lokasi aliran guguran material lava Gunung Semeru dan kesiapsiagaan guna menghadapi adanya bencana susulan. Tepatnya di Besuk Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo Lumajang, Selasa (01/12/20).

Pasca terjadinya guguran material erupsi Gunung Semeru Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan kegiatan kunjungan dalam rangka pemantauan dan mengecek lokasi aliran guguran material lava Gunung Semeru guna kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana susulan.

Menurut Forkopimda Kabupaten Lumajang kemungkinan besar masih akan terjadi adanya banjir bandang material susulan di sekitar lokasi sebelumnya. Dan jika para pengungsi tidak patuhi protokol kesehatan maka, bisa dimungkinkan bisa menambah penyebaran jumlah Covid-19.

Dimana kini di Kabupaten Lumajang berada di Zona Merah, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya korban jiwa bagi warga didaerah rawan bencana, bagi yang tidak hiraukan pada himbaun untuk di evakuasi ke lokasi yang telah disediakan. Bahkan juga bisa warga yang ada di lokasi pengungsian, akan rawan terjadi gangguan kesehatan

BACA JUGA :  Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja, Bupati Blitar Kunjungan Kerja ke Kantor Menpan RB

Dengan adanya hal tersebut, Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang juga Bupati Lumajang, Wakil Bupati Lumajang, Kabagops Polres Lumajang, Forkopimka Kecamatan Candipuro, segera hadir dan langsung diadakan pengecekan situasi terkini aktivitas Gunung Semeru.

Kapolres Lumajang mengatakan, bahwa guguran lava berhenti di cek DAM Besuk Curah Kobokan dan material lava tersebut menumpuk atau memenuhi DAM/tanggul Curah Kobokan (± 2500 m dari puncak kubah jonggring saloko).

Dan juga keadaan Material vulkanik tersebut masih dalam kondisi hangat dan keluarkan asap juga beraroma belerang menyengat.

“Guguran lava tersebut menumpuk dan memenuhi tanggul curah kobokan serta keadaan material vulkanik tersebut dalam kondisi hangat dan mengeluarkan bau belerang,”Ujarnya.

Bukan hanya itu, rombongan Forkopimda Kabupaten Lumajang geser ke Jembatan Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Lumajang, memantau aliran lahar di Sungai Leprak (terusan dari besuk curah kobokan).

Dan selanjutnya menuju ke lokasi Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo memantau kondisi aliran besuk curah kobokan dan memberikan himbauan kepada warga yang ada di sekitar aliran besuk curah kobokan untuk meninggalkan kawasan curah kobokan. Police line juga di akses masuk menuju kawasan Curah Kobokan juga dipasang, dan diteruskan menuju tempat evakuasi pengungsian di Lapangan Dusun Kamar Kajang di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro guna memantau kesiapan fasilitas.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Buka Posko Siaga Vaksin 24 Jam

Pihaknya juga mengupayakan langkah-langkah penyelamatan berupa mendirikan tenda evakuasi / pengungsian dan dapur umum. Tepatnya di lokasi Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo dan Dusun Sumber kajang Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.

Pihaknya juga menggerakkan Tim DVI Urkes Polres Lumajang, Dinkes,TNI juga BPBD Kabupaten Lumajang melakukan Bhakti sosial berupa pelayanan kesehatan dan pembagian masker kepada warga terdampak bencana alam guguran material lava Gunung Semeru.

“Dalam kegiatan kami melakukan langkah-langkah mendirikan tenda evakuasi dan dapur umum, kami juga mengerahkan tim guna melaksanakan pelayanan kesehatan dan pembagian masker kepada warga yang terdampak bencana alam,” imbuhnya.

Selain itu, juga dilakukan pemasangan Police Line di lokasi menuju akses masuk menuju Besuk Curah Kobokan guna mengantisipasi kerumunan Masyarakat yang ingin menyaksikan kondisi aliran lahar dingin Gunung Semeru bersama tim gugus,”pungkasnya. (Maria)