
Gresik, Sekilasmedia.com – Bencana banjir luapan kali lamong akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu (Mojokerto san Lamongan) serta wilayah Gresik Selatan khususnya kecamatan Cerme.
Luapan kali lamong yang sebelumnya merendam wilayah selatan dan tengah kecamatan Cerme (11 desa,red) perlahan sudah berangsur-angsur surut. Sekarang bergerak ke wilayah utara Cerme sepanjang DAS kali lamong tepatnya kali ini menerjang desa Tambakberas, Pandu dan Jono.
Secara umum banjir luapan kali lamong kali ini yang menerjang tiga desa tersebut merendam permukiman warga, JPD, jalan lingkungan, tambak dan fasum.
Kondisi terparah melanda desa Tambakberas, ini sesuai informasi dari Kepala Desa Tambakberas Wahyudi melalui pesan Whatsapp pada Sabtu siang (2/1/2021) kepada awak media.
” Terkait permukiman warga terdapat 300 rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi dari 10 – 55 cm,” terang Wahyudi.
Selain itu, luapan kali lamong juga menggenangi wilayah jalan poros desa (JPD) sepanjang 2.500 meter dengan ketinggian air antara 20 cm – 60 cm, jalan lingkungan sepanjang 800 meter kedalaman rata-rata 10-50 cm, tambak seluas 400 Ha kedalaman 200 – 250 cm dan fasum lainnya, beber Wahyudi.
Untuk fasilitas umum (fasum) di wilayah desa Tambakberas yang tergenang meliputi TPQ Dusun Segunting kedalaman 40 cm, Masjid Dusun Tambak Beras kedalaman 30 Cm, Halaman Balai Dusun Segunting kedalaman 40 cm, Makam Dusun Segunting kedalaman 60 cm, Makam Dusun Tambak Rejo kedalaman 60 cm, jalan raya Tambak beras-Cerme panjang 100 m kedalaman 10-30 cm, halaman Pustu kedalaman 10 cm dan halaman SDN Tambak beras kedalaman 10 cm.
Menurut Kades Tambakberas Wahyudi, pihak pemerintah desa telah melakukan kegiatan turun langsung di lokasi terdampak banjir, memonitor 24 jam selama banjir dan mencatat untuk dilaporkan ke kecamatan Cerme dan instansi terkait agar cepat mendapat penanganan dan bantuan. (rud)





