Daerah

BUPATI LUMAJANG BERIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA DI PALU DAN DONGGALA

×

BUPATI LUMAJANG BERIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA DI PALU DAN DONGGALA

Sebarkan artikel ini

Lumajang,sekilasmedia.com-Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., Memberangkatkan bantuan untuk korban bencana di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Rabu (17/10/2018) pagi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menjadi bagian daerah yang perlu mengambil langkah-langkah empati terhadap musibah di daerah lain.

Di sisi lain, warga Kabupaten Lumajang, juga harus mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Lanjutnya, Bupati Lumajang menyampaikan bahwa di Kabupaten Lumajang terdapat gunung berapi, laut, maupun sungai besar. Artinya, Kabupaten Lumajang juga menjadi bagian daerah yang rawan bencana. Sehingga, perlu melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap bencana.

BACA JUGA :  Raker Akhir Tahun, Forwas Siapkan Sejumlah Program untuk 2023

“Saya mengapresiasi terhadap BPBD, karena Jalur evakuasi dan papan nama jalur evakuasi sudah tertata rapi, serta pos evakuasi sudah tersedia.

Kami tidak menginginkan terjadinya bencana, tapi bahwa kami mempersiapkan sebagai daerah yang punya kondisi kemungkinan bencana terjadi, tentu kami harus melakukan antisipasi-antisipasi itu,” ungkapnya.

Untuk itu, Cak Thoriq berharap BPBD Kabupaten Lumajang melakukan sosialisasi dan konsolidasi tanggap bencana terhadap masyarakat di Desa sekitar yang rawan bencana, bisa lewat pelatihan penanganan kesehatan pertama dan langkah mengevakuasi yang cepat.

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Melalui Segmen PBID Dalam Waktu Dekat Akan Aktif Kembali

“Kami berkeinginan untuk supaya ada percepatan bantuan yang sudah sampai ke kami, untuk segera sampai ke Palu dan Donggala,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Ir. Teguh Tedjayono, MM., melaporkan bahwa bantuan yang akan diserahkan lewat posko bantuan Provinsi Jawa Timur, berupa uang tunai sebesar Rp 156.967.000, ditambah dengan beberapa kardus mie instan, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, teko, selimut, dan lain-lain.

Bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan dana dari OPD-OPD, kelompok masyarakat, pengajian, mahasiswa, pemuda, LSM, PKK, DWP, dan lain-lain,”pungkasnya(kar)