Peristiwa

LANTARAN KORUPSI, MANGKU GREBEG NEKAT GANTUNG DIRI

×

LANTARAN KORUPSI, MANGKU GREBEG NEKAT GANTUNG DIRI

Sebarkan artikel ini
Ft.Ilustrasi

 

Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Duduga karena malu terlibat kasus korupsi, I Nyoman Buda alias Mangku Grebeg (57) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di atas pohon kamboja di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam, Gang Nuansa Nomor 3, Br. Batanpoh Desa Sanur, Denpasar Selatan, Senin (29/10) kemarin.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) Iptu Hadimastika, mengatakan, aksi nekat Mangku Grebeg pertama kali diketahui oleh adiknya, I Ketut Mudiana (56), yang mana kakaknya (korban) ditemukan telah tewas gantung diri sekitar pukul 13.30 Wita.

Berawal, saat saksi Mudiana menyuruh anak ketiganya Nyoman Kristian (20) menservice motor ke bengkel. Selanjutnya, saksi Mudiana pergi ke kamar mandi. Usai mandi, anggota linmas Sanur ini berganti pakaian dan berencana akan keluar mengantar pakaian ke laundry.

BACA JUGA :  PT HWI Yang Bekerja Dibidang Pengolahan Kayu di Probolinggo Terbakar

Namun alangkah terkejutnya saksi begitu sampai didepan pintu rumah, mendapati tubuh tubuh korban (Grebeg-red) yang juga bekerja sebagai pengelola pantai Sanur itu, tergantung di pohon kamboja setinggi 2 meter dengan masih mengenakan pakaian sembahyang.

” Korban gantung diri dengan menggunakan tali plastik warna biru, ” ungkap, Kanitreskrim Polsek Densel, Selasa (30/10).

Aparat kepolisian Polsek Densel yang menerima informasi, langsung ke TKP untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Disimpulkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga korban tewas karena depresi.

BACA JUGA :  Penggali Manual Tewas Tertimbun Longsoran Tanah, Di Kutorejo

” Penyebab kematian, diperkirakan tidak kuat menahan rasa malu terkait kasus korupsi yang dialami oleh korban, ” ujar Iptu Hadimastika.

Dijelaskannya, kasus korupsi menimpa korban tersebut kini ditangani jajaran Ditpol Air Benoa. ” Bukan Polsek yang tangani kasus korupsinya, tapi Pol Air Benoa, ” jelasnya.

Karena tidak ditemukan keganjilan, jenazah I Nyoman Buda langsung dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar untuk divisum et revertum, dengan menggunakan mobil BPBD Kota Denpasar. Sementara keluarga korban iklas dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.(son)