Pariwara

Limpah Plastik Di sulap Menjadi Bahan Bakar Minyak Di Desa Ketapang

×

Limpah Plastik Di sulap Menjadi Bahan Bakar Minyak Di Desa Ketapang

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi (Sekilasmedia. Com) – Sukses dengan progam desa literasi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi kini berinovasi menciptakan mesin pengelola plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Desa Ketapang ini merupakan kawasan padat penduduk dimana dalam sebuah wilayah pasti akan menghasilkan sampah seperti halnya sampah plastik. Maka dari itu, tercetuslah ide pembuatan mesin pengelola sampah plastik menjadi BBM,” ungkap Kepala Desa Ketapang, Slamet Kasihono.

BACA JUGA :  Ketua FKI-I Asahan Hadiri Silahturahmi dan Kopdar KRSTP Sumut

Adapun proses kerja mesin limbah plastik yakni dipanaskan atau disebut proses penyulingan dengan suhu sekitar 180-200 derajat selsius membutuhkan waktu mencapai 3-4 jam sehingga peleburan berubah menjadi uap.

“Proses pemanasan ini menyebabkan perekahan pada limbah plastik menjadi potongan molekul yang lebih pendek,” imbuhnya.

Cairan yang dihasilkan, lanjut Slamet, akan menjadi bahan bakar dasar minyak. Dengan desitilasi ulang menggunakan temperature berbed minyak mentah diproses menjadi premium ataupun solar.

BACA JUGA :  Kepala Inspektorat kabupaten Mojokerto Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023

Baiknya, limbah plastik itu seperti botol bekas air mineral. Selain dapat mengurangi sampah plastik, juga mampu membantu melestarikan lingkungan hidup, serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Mesin pengelola limbah plastik menjadi BBM ini diharapkan juga bisa menjadi contoh bagi desa lainnya untuk menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing,” pungkasnya.(robby)