Peristiwa

Ratusan Warga Sampang Agung Tuntut Gudang Bir Ditutup.

×

Ratusan Warga Sampang Agung Tuntut Gudang Bir Ditutup.

Sebarkan artikel ini

Mojokerto, (Sekilasmedia. Com) Ratusan warga Dusun Brubuh Desa Sampang agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto,  terpaksa harus ngluruk Kantor Desa,Senin (19/3), guna mengadu kepada Kepala Desa (Kades) Hartono (37) pasalnya warga merasa terganggu dengan keberadaan gudang PT SLLP yang saat ini dibuat gudang penyimpanan Bir PT Multi bintang indonesia ( MBI).

Dari informasi yang dihimpun Sekilasmedia. Com menyebutkan, ratusan masyarakat merasa terganggu dengan adanya aktitifitas gudang bongkar muat hingga larut malam, dianggap pihak PT SLLP telah menyalahi aturan , janjinya gudang hanya diisi dengan botol kosong,  ternyata sekarang untuk bongkar muat botol penuh dengan isinya, padahal keberadaan gudang tersebut dekat dengan mushollah,” ungkap salah satu peserta aksi Hariyadi, kemarin.

BACA JUGA :  Anggota Polsek simokerto, Penanganan Dalam Pengamanan Laka Lantas

Selain itu warga juga menuntut kegiatan gudang cukup hingga pukul 16.00 saja, sebab sesuai dengan ijinnya gudang tersebut hanya untuk menyimpan botol kosong, “jelasnya.

,” masyarakat  juga berharap dalam perekrutan karyawan diutamakan masyarakat setempat,  juga kompensasi bingkisan hari raya selama ini warga kurang diperhatikan, yang terakhir meminta ganti rugi sungai,  pembatas dusun yang tidak ada karena sudah tertutup oleh proyek gudang,  sehingga apabila hujan air masuk kerumah warga dan menyebabkan banjir, pengairan untuk petani juga terhambat,’ bebernya.

BACA JUGA :  Kurang Dari 24 Jam Polres Tanjung Perak Amankan Pelaku Pembunuhan di Tenggumung

Sementara Kades Sampang agung Hartono yang akrab dipanggil Ki Ageng Bagus Hartono, menyampaikan pihak gudang semestinya cepat respon dengan adanya aksi warga kali ini, dikuatirkan apabila tidak cepat direspon warga akan melurug ke lokasi gudang, “katanya.

Dengan lantang Kades menyampaikan kepada pihak gudang yang diwakili oleh Miko ( 40), bahwa pabrik bir ini haram takutnya apabila aksi warga ini ditumpangi pihak FPI , atau pihak ketiga pabrik dan gudang bakal bisa ditutup, ” pungkasnya. (wo)