
Lumajang,sekilasmedia.com-Dalam rangka untuk memperingati Tahun Baru Islam yang setiap tahun dilakukan”Ruat Desa” secara turun – temurun. Kegiatan ritual Desa tersebut dilakukan mulai selasa sore, Kepala Desa dan para pinisepuh bawa ambengan ke clangap,sementara itu dalam waktu yang bersamaan masyarakat tempursari juga melaksana acara barik’an yang dilakukan disetiap masing – masing RT di setiap perempatan,Kemudian pada bakdo isyak warga secara kompak melaksanakan tahlil akbar, Lalu pada Jam 12 malam pasang giri setiap pojok desa sampai jam 02 dini hari.Selasa (18/09/2018).
Dalam sambutanya Kepala Desa Tempursari Bambang A.S mengatakan bahwa,Ucapan terima kasih kepada semua masyarakat sedesa Tempursari atas partisipasinya yang akan menggelar acara iring – iring keliling Desa bersama semua Perangkat Desa,Forkopimca Tempursari dan LKMD,BPD,Serta tokoh masyarakat,tokoh agama dan dari 5 orang dari Dinas Pariwisata,”jelasnya.
Kades Bambang menambahkan bahwa,pada puncak acara tersebut tak lain adalah iring- iring ke pesarehan yang pertama kali bedah krawang yaitu Alm Mbh.Sariyun dan Mbh Jimin.Kemudian dilanjutkan Kepasaren. kemudian dilanjutkan ke punden danyangan yang dianggap keramat.Setelah itu Sesepuh mbah Timin membacakan do’a dengan tujuan dijauhkan dari balak,penyakit dan dimudahkan masyarakat tempursari dari segala kesultannya. Dan setelah acara selesai dilanjutkan kembali ke Balai desa hingga pukul 16.30,”imbuhnya.
Masih menurut bambang pada
Jam 17 00 Wib dilanjutkan acara resepsi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Ki dalang “Yoyok Risdianto” dengan lakon “Tumurune wahyu tunggul jati” kemudian dilaksanakan ruatan sampai pukul 14.00 Siang.Tradisi 1 suro ini digelar warga Tempursari, Kecamatan Tempursari Kab.Lumajang Jawa Timur, secara turun temurun,”jlentrehnya.
Pada hari Kamis tanggal (19/09/2018) bertema “Ruat Desa”dengan acara iring – iringan disepanjang Jalan Raya Tempursari dipadati para pengunjung yang ingin menyaksikan beberapa rangkaian kegiatan dalam rangkaian acara yang diikuti 10 grup kesenian berbagai Tarian Koslosal,Reog Ponorogo,juga tari tradisional untuk menyambut Tahun Baru Islam pada 1 Muharam 1440 Hijriah,”terangnya(kar)






