Daerah

AJING RABIES GIGIT 3 WARGA JEMBRANA

×

AJING RABIES GIGIT 3 WARGA JEMBRANA

Sebarkan artikel ini

Jembrana Bali,Sekilasmedia.com-Kasus gigitan anjing rabies di Provinsi Bali, masih menjadi ancaman. Terbaru peristiwa gigitan anjing terjadi di Kabupaten Jembrana, kali ini yang menjadi korban adalah tiga orang warga Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

” Petugas merespon dengan mengambil sampel otak anjing yang menggigit ke tiga warga tersebut untuk dibawa ke laboratorium. Ternyata hasilnya positif, ” ujar Kadis Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta, Selasa (30/10).

Terkait hal tersebut pihaknya sudah meminta semua pasien yang digigit anjing untuk harus mendapat VAR sesuai dengan protap. Pihaknya juga menghimbau bila ada yang mengetahui korban lain, segera ajak ke Puskesmas terdekat agar segera mendapatkan tindakan medis.

BACA JUGA :  Setara Kuba, Cerutu Jember Kini Mendunia

” Semua harus waspada, kasus gigitan anjing tidak boleh dianggap remeh. Meskipun anjing yang menggigit tersebut anjing peliharan sendiri, ” tegas Suasta.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang warga digigit anjing di Banjar Sumbul Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo Jembrana, pada Kamis (26/10) lalu. Saat itu petugas langsung mengambil sampel otak anjing dan dibawa ke lab dan ternyata hasilnya positif.

Sejak adanya Hewan Penular Rabies khususnya anjing, masuk di Jembrana pada tahun 2010, kasus rabies positif pada anjing terus diketemukan. Alhasil, setelah ada laporan manusia tergigit anjing yang dicurigai rabies, ternyata positif setelah diperiksa lab.

BACA JUGA :  Kembali Berlaga, Comando FC 082-0815 Ditahan Imbang 2-2 Jatirejo FC

Sedangkan di Dusun Sumbul Desa Yehembang Kangin pada tahun 2010  juga pernah terjadi kasus positif rabies pada anjing dan sapi. Dimana kasus tersebut berkembang sampai ke sapi, yang akhirnya peliharaan warga tersebut  harus ditembak dengan bantuan aparat TNI karena membahayakan pemilik dan masyarakat.

Sementara dari data di Dinas Kesehatan Jembrana, warga meninggal dari tahun 2008 sampai tahun 2018 karena rabies sebanyak tiga orang. Kasus yang mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing itu tetap dinilai serius dan membahayakan.(son)