Peristiwa

KUATKAN IVOICE, TOKO TIONGKOK BERTAMENG STEMPEL GARUDA

×

KUATKAN IVOICE, TOKO TIONGKOK BERTAMENG STEMPEL GARUDA

Sebarkan artikel ini

Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Sidak terhadap 4 toko jaringan Tiongkok di Jl. By Pass Ngurah Rai, oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), pada Kamis (18/10) kemarin, menuai ketengan. Pasalnya, rombongan Wagub ini sempat dihalang-halangi masuk oleh petugas keamanan toko.

Namun, ketika berhasil menerobos masuk, toko-toko itu diakui tidak ada yang menjual produk khas Bali. Parahnya lagi, gambar Garuda yang menyerupai lambang negara RI justru dipakai untuk cap stempel pada invoice.

” Kita coba tadi melihat di 4 toko, tapi kita masuk di 3 toko karena satunya kayaknya sudah dipersiapkan semua. Ada beberapa hal yang kita lihat bahwa betul ada toko yang menjual latex, silk (sutera) dan Kristal, ” ungkap Cok Ace, Jumat (19/10).

Diakui Cok Ace, merasa agak aneh saat melihat satu dari empat toko itu menjual latex di Bali. Apalagi, barang-barang latex seperti kasur dan bantal yang semuanya dari Tiongkok itu dijual kepada wisatawan Tiongkok.

” Alurnya pun, mereka wisatawan dimasukkan dalam satu ruangan dulu, dikasi penjelasan. Kemudian mencoba latexnya. Saya fikir tadi mau spa tidur-tiduran di latexnya itu, ” jelasnya.

Bahkan di toko kedua yang menjual sutera, juga menerapkan pola sama. Ada ruangan yang disediakan sebagai tempat untuk melakukan presentasi kepada wisatawan. Kemudian, ada foto Presiden RI Joko Widodo, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan tokoh lain yang dipasang tengah mengenakan baju batik.

BACA JUGA :  Puluhan Warga Jombang Tutup Tambang Illegal.

” Saya yakin itu batik Indonesia. Tapi disampingnya justru yang dijual bukan dari Indonesia. Saya khawatir (foto presiden mengenakan batik, red) menjadi bahan promosi seolah-olah disejajarkan, yang dipakai presiden RI, ini lho barangnya. Kalau saya sepintas, wisatawan melihat seolah-olah begitu jadinya, ” tambahnya.

Demikian juga ada toko yang menjual obat-obatan. Rasa curiga muncul saat penjaga toko langsung menggulung dan membungkus barang dagangan ketika dirinya bersama rombongan datang. Kalau memang tidak ada persoalan, mestinya tidak perlu ada aksi seperti itu.

” Terakhir, kita melihat toko Kristal, itu sama. Mungkin kita agak terlambat sedikit, mereka tahu kita datang. Agak megrudugan larinya. Hanya (berhasil) menangkap satu (penjaga toko), ” imbuh Cok Ace.

Mirisnya lagi, di semua toko para pekerja semuanya merupakan tenaga kerja Tiongkok. Pihaknya memaklumi jika mereka menjadi tim ahli di sana. Namun nyatanya menjadi penjaga toko, sehingga muncul dugaan mereka menggunakan visa wisatawan untuk bekerja.

Saat diinterogasi, seorang penjaga toko sempat mengaku transaksi dilakukan dalam bentuk rupiah. Tapi, pihaknya sempat melihat transaksi dilakukan dengan aplikasi WeChat. Unsur pemaksaan juga tampak dalam pola belanja di toko-toko tersebut.

BACA JUGA :  Nyaris Melayang, Sejoli Dari Luar Bali Digulung Ombak Dahsyat Pantai Kelingking

Setidaknya ada 10 toko jaringan Tiongkok, termasuk 4 toko yang disidak bersama GIPI Bali, ASITA Bali, dan HPI Bali.

” Satu lagi yang sangat menyedihkan kita, dia pakai stempel Garuda untuk menguatkan di invoice-nya bahwa ini jaminan Indonesia. Seolah-olah kalau saya menjadi wisatawan, dengan stempel Garuda ini menguatkan bahwa ini jaminan Indonesia, ” terangnya.

Cok Ace mengaku akan membicarakan lagi masalah ini bersama pihak terkait dengan lebih detail untuk tindakan selanjutnya. Tentu ada ancaman pidana bila memang ada pelanggaran ijin kerja, imigrasi, atau barang dagangan. Sementara ini, pihaknya memang baru menelusuri cara toko-toko jaringan Tiongkok ini mencari uang untuk mensponsori wisata murah ke Bali.

Disebabkan, mereka rupanya tidak bermain pada hotel karena hotel tetap dibayar. Kalaupun harganya ditekan, itu lebih karena over suplai hotel di Bali. Namun yang jelas, persoalan ini tetap akan merusak citra pariwisata Bali.

” Kita dirugikan dari segi transaksi, dari sisi tenaga kerja, devisa, hampir semua dirugikan kita. Ada beberapa negara juga sedang mengalami seperti yang kita alami, ” pungkas Cok Ace. (son)