
Klungkung Bali,Sekilasmedia.com-
Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali No. 79 Tahun 2018 tentang hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Peraturan Gubernur No 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan peresmian di Pura Agung Kentel Gumi Kecamatan Banjarangkan, Kamis (11/10).
Bupati Suwirta mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemda Klungkung mendukung program Gubernur Bali dalam upaya melindungi dan melestarikan busana, bahasa, aksara serta satra Bali.
” Pelaksanaan program ini supaya dimanfaatkan untuk belajar meskipun busana, bahasa dan sastra sudah digunakan setiap hari namun pada hari ini kita pertegas pemakaian busana dan bahasa Bali yang benar. ” ujar Bupati Suwirta.
Penggunaan bahasa dan busana Bali hanya akan dilaksanakan setiap hari Kamis, hari raya Purnama dan Tilem. Sedangkan hari lainnya seluruh pegawai menggunakan busana dan bahasa formal seperti biasanya.
Bahkan, Bupati Suwirta menginstruksikan penggunaan busana adat bali yang sederhana dan sopan, baik itu untuk setiap hari Kamis serta Rahina Purnama dan Tilem. Untuk busana pria wajib mengenakan baju dan udeng putih dengan saput berwarna Kuning. Sementara untuk busana wanita, diwajibkan mengenakan kebaya putih sederhana yang tidak transparan dan sopan.
Untuk melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali, Bupati menugaskan kepada Majelis Alit Desa Pekraman agar menyiapkan anggaran pelestarian bahasa Bali yang tentunya akan melibatkan para penyulih bahasa Bali.
” Lembaga ini diharapkan, mau turun ke desa desa, untuk memberikan pemahaman, bagaimana pengunaan bahasa dan busana adat Bali yang baik dan benar, ” tambahnya.
Terkait dengan masih adanya kesalahan penulisan aksara bali pada papan nama kantor instasi pemerintah, Bupati Suwirta pun tidak menampik.
” Pemkab Klungkung memiliki kemauan kuat untuk memulai program ini, ” pungkasnya.
Ditambahkan, tercatat sudah seluruh kantor instansi pemerintah di kabupaten klungkung memasang papan nama baru yang dilengkapi dengan aksara Bali.
Acara peresmian diawali dengan dengan sembahyang bersama di Pura Agung Kentel Gumi, dilanjutkan dengan penyerahan Destar/udeng dan slempod oleh Bupati Nyoman Suwirta kepada sejumlah kepala perangkat daerah.
Hadir dalam acara tersebut Ny. Ayu Suwirta dan Ny. Sri Kasta, Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, FORKOMPINDA, Forum Pimpinan Kecamatan Banjarangkan, para Kepala Perangkat Daerah, MMDP Kabupaten Klungkung, Majelis Alit Desa Pekraman dan Pengurus Forum Perbekel Kabupaten Klungkung.(son)






