Daerah

Talk Show Kebangsaan di Universitas Islam Malang, Berjalan Sukses dan Lancar

×

Talk Show Kebangsaan di Universitas Islam Malang, Berjalan Sukses dan Lancar

Sebarkan artikel ini

Malang, sekilasmedia.com – Kegiatan bertempat di Aula Pascasarjana lantai 7 Universitas Islam Malang, Jalan Mayjen Hariyono, Kota Malang, telah berlangsung Talk Show Kebangsaan dengan tema “Indonesia Kita, Kita Indonesia jangan Suriahkan Indonesia”, Sabtu (15/12/2018) dimulai sekitar pukul 09.10 WIB sampai dengan pukul 11.40 WIB, dan diikuti sekitar 800 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut AKBP Asfuri, SIK, MH (Kapolres Malang Kota), Prof. Drs. H. Junaidi, MPd, PhD (Wakil Rektor 1 Unisma), Heru Mulyono, SIP, MT (Sekban Bakesbangpol Kota Malang), Noor Shodiq Askandar, SE,MM (Wakil Rektor 3 Unisma), Kurniawan Muhamad (Direktur Radar Malang), Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg (mantan Aktivis HTI), Para Civitas Akademika Unisma, Komunitas muda mudi cinta Indonesia, Mahasiswa Unisma.

Adapun susunan acara dimulai dengan Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Subbhanul Waton, Sambutan Walikota Malang yang dibacakan Sekban Bakesbangpol Kota Malang, Penampilan kesenian tari dan musik akustik, Pelaksanaan Talk Show dengan moderator Bpk.Kurniawan Muhamad (Direktur Radar Malang), Penyampaian materi dari masing-masing Narasumber (Kapolres Malang Kota, Warek 1 Unisma dan mantan aktivis HTI), Tanya jawab, Pembacaan puisi, Foto bersama, Penutup.

Dalam sambutannya Walikota Malang yang dibacakan Sekban Bakesbangpol Kota Malang mengatakan,” Saya mengucapkan terimakasih kepada Rektor Unisma Malang karena acara ini sangat perlu dilaksanakan sebagai wadah untuk deteksi dini terhadap gerakan radikalisme dan perbuatan anti Pancasila yang tidak sesuai dengan tatanan hidup dasar Negara Republik Indonesia, Mahasiswa dan warga Indonesia sekarang ini yang ditakuti radikalisme yaitu paham yang menyebar dan menyusup kepada Negara Indonesia yang sangat mengancam bagi negara ini, sikap radikalisme ini jangan dilaksanakan atau di implementasikan pada satu agama karena radikalisme adalah gerakan yang sangat dilarang oleh agama apapun, akhirnya kepada peserta Talk Show Saya berharap untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama dan kepada para narasumber saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaannya berbagi ilmu pengetahuan dan pengalamannya, semoga kegiatan ini pula dapat menjadi sebuah momentum bagi kita bersama dari berbagai bentuk ancaman keamanan masyarakat dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kebersamaan untuk menangkal paham radikalisme dan perbuatan perbuatan yang anti Pancasila,” terangnya.

BACA JUGA :  Mulai 24 Desember Pelabuhan Gilimanuk Akan Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Sementara itu Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri,SIK,MH dalam penyampaian materi mengatakan,” Dalam Talk show ini adalah sebagai refleksi terhadap bagaimana pendiri dan pejuang Indonesia betapa beratnya perjuangan sampai dapat menciptakan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mendirikan Negara Indonesia adalah bukan satu atau segelintir manusia saja melainkan semua warga Negara Indonesia, yang membuat dasar untuk negara Indonesia ini yaitu Pancasila, jadi jangan sampai ada segelintir orang yang akan merubah Pancasila yang sebagaimana adalah Pancasila sebagai dasar negera kesatuan Republik Indonesia, jadi dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi benteng Negara kita, dengan kegiatan ini pula bisa membuat warga Indonesia membentengi tentang paham-paham dan ideologi yang radikal dan intoleransi,” terangnya.

Dilanjutkan, penyampaian materi dari Dr.Ainur Rofiq, SH,MAg diantaranya mengatakan,” Cara perekrutan dari HTI adalah pasti mencari orang yang taat beribadah di masjid dan setelah itu diajak diskusi dan setelah didiskusikan pasti kelompok HTI itu menyudutkan dengan cara membuka gambaran dengan kedudukan UUD 1945 dengan Alquran dan hadist tinggi mana, orang yang tidak menerima tradisi adalah orang yang menolak Pancasila, maka dari itu tradisi sangat perlu diajarkan kepada generasi milenial karena tradisi di Indonesia ini semakin pudar kalau tidak kita, siapa lagi yang akan menjaga tradisi kita dan Pancasila, jadi saya ini keluar dari HTI bukan karena saya tidak memperoleh jabatan, tidak memperoleh materi di HTI tetapi saya keluar dari HTI ini adalah dikarenakan saya sering membaca-baca buku dan terus melaksanakan dialog tentang agama dan disaat itulah saya sadar bahwa HTI tersebut tidak sesuai ajaran Islam yang rahmatan lilalamin,” terangnya.

BACA JUGA :  SI CANTIK di Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2025

Kemudian penyampaian materi Warek 1 Unisma diantaranya menyampaikan,” Pihak keamanan sudah melakukan analisis yang sudah terpapar sebagai salah satu basis dari kampus kampus radikal yang ada di Kota Malang, dan dengan ini saya yakinkan bahwa di kampus Unisma tidak termasuk kampus radikal dan saya yakinkan sekali lagi bahwa Unisma tidak ada paham-paham radikalisme, terkait peraturan rektor tentang tata cara berbusana bagi mahasiswa Unisma, bagaimana tata cara berbusana untuk mahasiswi tidak diperkenankan untuk memakai cadar disamping tentang perkembangan radikalisme juga cadar menurut kita bisa mengganggu tentang proses perkuliahan, kita tidak mau dosen bingung terhadap mahasiswinya, dan bahkan bisa terjadi pula mahasiswinya tidak bisa hadir digantikan oleh adiknya,” ungkapnya.

Selama kegiatan rapat koordinasi berlangsung berjalan dengan aman dan lancar. (SO,FTI)