
Klungkung Bali,Sekilasmedia.com-
Diduga dijadikan lokasi esek-esek oleh PSK, sejumlah gubuk di eks galian C desa Gunaksa disidak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.
Ditemani Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana dan Kasatpol PP Putu Suarta, pemilik gubuk yang juga pengusaha esek esek Ketut Sulandra, mengaku, PSK yang diasuhnya telah pergi karena mendengar akan ada penertiban.
Selanjutnya rombongan pindah ke gubuk milik Gung Bengkis, di tempat ini tiga orang wanita ditemukan, masing masing berinisial Jari (43) Windy (20) dan Dessi (19). Meski awalnya saling tuding sebagai PSK, namun akhirnya mengaku menerima bokingan. Bahkan dalam waktu seminggu ini, mereka akan dikirim pulang ke daerah asal masing-masing.
Bergeser ke gubuk bedeng milik Kerta, di dusun Dukuh, desa Tangkas. Di sini rombongan tidak menemukan PSK, bahkan pemiliknya mengaku PSK yang biasa mangkal, pulang kampung sebelum tahun baru.
Kepada para mucikari Bupati Suwirta menghimbau untuk tidak melanjutkan usahanya menjajakan PSK. Sebab, aparat akan terus memantau lokasi yang diduga sebagai tempat prostitusi. Jika kedapatan maka akan ditindak sesuai Perda yang berlaku.
” Saya perintahkan aparat untuk terus memantau tempat ini, jika masih beroperasi akan kami bongkar dan berlakukan sanksi tegas, ” tegas Bupati Suwirta, Selasa (8/1).
Selain menyasar gubuk prostitusi, rombongan Bupati juga memeriksa enam penginapan di wilayah Desa Jumpai. Di sana, dua pasangan yang bukan suami istri ditemukan berada dalam satu kamar. Selanjutnya mereka dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di kantor Satpol PP dan Damkar Klungkung.
Kepada pemilik penginapan, Bupati meminta untuk lebih selektif menerima tamu. ” Terkait sidak yang dilakukan, untuk menegakkan Perda. Juga melindungi warga agar terhindar dari penyakit sosial dan penyakit menular seksual, ” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (5/1) Bupati Suwirta juga menyidak sejumlah cafe di wilayah Klungkung. Dimulai dari Pukul 22.30 Wita, melibatkan unsur TNI/Polri dan SatpolPP menyasar Cafe Sekar Wangi dan Cafe Dewi di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Cafe Nirmala dan Cafe Lompang di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung dan Cafe The Groove diwilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.
Dari lima lokasi empat diantaranya tutup, sedangkan satu Cafe yakni The Groove kedapatan buka. Seketika itu Bupati meminta pengelola untuk menutup usahanya dan meminta pengelola mengurus ijin perubahan pemanfaatan. Selain cafe, tim juga menyisir beberapa tempat kost di wilayah Klungkung.(son)






