Daerah

Pengganti Jabatan (PJ) SEKDA LUMAJANG AJAK SEMUA ASN WAJIB SENAM KESEGARAN JASMANI

×

Pengganti Jabatan (PJ) SEKDA LUMAJANG AJAK SEMUA ASN WAJIB SENAM KESEGARAN JASMANI

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG, SekilasMedia.Com – Pj. Sekretariat Daerah(Sekda) Kab. Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., mengajak seluruh ASN untuk lebih disiplin dalam melaksanakan segala aktifitas kerja atau pekerjaan, misalnya, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan usai pelaksanaan SKJ bersama di Alun-alun Lumajang, Jum’at (18/01/2019) pagi.

Lebih jauh, PJ. Sekda menjelaskan, memahami disiplin tidaklah susah. Kita hanya tinggal melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. “Disiplin itu ringan, lakukan sesuai dengan ketentuan. Itu selesai, Tidak usah ditambahi tidak usah dikurangi,”pungkasnya.

BACA JUGA :  Tinjau Vaksin Serentak di Bangkalan, Wakapolda Jatim Beri Motivasi Warga dan Santri Sukseskan Vaksinasi

Ia meminta seluruh ASN di lingkup Pemerintah Daerah(Pemda) Kab. Lumajang, juga disiplin melaksakan SKJ. Ketentuannya, setelah apel, baru dilaksanakan SKJ. “Saya harap teman-teman ASN setelah apel mengikuti Senam. Bukan jalan-jalan atau yang lain,” pesannya. Dalam kenyataannya, selama ini, banyak ASN yang hanya mengikuti Apel saja, dan tidak mengikuti SKJ sebagaimana mestinya. Sebagian di antaranya terlihat jalan-jalan mengelilingi alun-alun. Bahkan ada yang bergabung dalam club gowes. Itu sebabnya, Pj. Sekda meminta seluruh ASN bukan hanya mengikuti apel, tetapi, juga mengikuti senam tersebut.

BACA JUGA :  Pandemi Masih Ada, Petugas Gabungan di Bojonegoro Terus Lakukan Operasi Prokes

Dalam kesempatan itu, Kepala Unit Satlantas Polres Lumajang, A. Shinta, menyosialisasikan kegiatan “Melenial Road Safety Festival”. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh hasil riset WHO yang menyatakan, bahwa kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat ke 5 tertinggi setelah penyakit jantung, paru-paru, TBC, dan diabetes.

Sosialisasi itu, bertujuan untuk meningkatkan disiplin pengendara dan pengguna lalulintas, sehingga meminimalisasikan kasus kecelakaan lalu lintas, bahkan tidak terjadi lagi kecelakaan atau zero accident.(Maria)