
Malang, Sekilasmedia.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Warga Kota Malang Peduli Jalan Berlubang, berkumpul di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (21/3/2019) kemarin. Mereka membawa kardus bertuliskan ‘Koin untuk Menambal Jalan’. Beberapa pengguna jalan pun langsung menyisihkan sebagian uangnya.
Koordinator Lapangan Forum Warga Kota Malang Peduli Jalan Berlubang, Sudarno menyebutkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi banyaknya jalan berlubang yang sudah menimbulkan korban jiwa. Cara ini untuk menggugah kesadaran masyarakat turut peduli kepada pernasalahan jalan berlubang.
“Kami ingin mengetuk hati pemerintah agar tidak membiarkan permasalahan jalan berlubang ini berlarut-larut,” ungkap Sudarno.
Dia mencontohkan, di kawasan jalan Galunggung cukup berbahaya bila terjadi hujan. Pasalnya, genangan air akan menutupi jalan yang berlubang dan itu membahayakan pengguna jalan.
“Saat ini setidaknya ada 23 titik jalan berlubang di jalan besar,” urainya.
Dia menyadari uang yang didapatkan dari aksi yang dilakukan sejak Senin (18/3/2019) tidak besar. Namun, diharapkan hal ini bisa membantu untuk perbaikan jalan.
“Kami sadar koin yang dikumpulkan tidak mencapai ratusan juta, puluhan juta saja sudah alhamdulillah. setidaknya lubang jalan di RT/RW bisa ditutup,” sambungnya.
Hingga siang kemarin, koin yang terkumpul mencapai Rp 518.200. Nantinya, uang yang terkumpul akan diserahkan ke pihak terkait.
“Misal dapat satu juta, mana yang harus ditambal terlebih dulu akan dikoordinasikan,” tutup Darno.
Aksi itu mendapat perhatian Wali Kota Malang Sutiaji. Dia sempat menyapa para warga yang menggelar aksi. Baginya hal itu positif terhadap gerakan koin untuk jalan berlubang. Karena setiap gerakan sosial selama diniatkan baik, maka tentu akan berjalan baik.
“Sesungguhnya gerakan seperti ini telah saya gelorakan melalui gerakan 3 S (Santunan Seribu Sehari), karena kalau itu berjalan maka akan terhimpun sumber pendanaan yang luar biasa dan pemanfaatannya lebih luwes untuk menjawab permasalahan sosial, lingkungan dan yang lainnya,” tegas Sutiaji.
Trkait jalan berlubang, Sutiaji menegaskan, Pemkot tidak tinggal diam.
“Tentu yang harus dipahami masyarakat, bahwa APBD itu bukan seperti uang yang ada dibrankas, yang sewaktu waktu langsung dapat diambil dan dipergunakan. APBD ada proses dan mekanismenya,” terangnya.
Penganggaran perawatan jalan dan insidentil pada tri wulan I sudah sebagian terealisasikan lanjutnya. Bertepatan musim hujan sedemikian deras, sehingga titik jalan rusak terus bertambah. “Kita evaluasi, ada beberapa titik yang masih dalam tahapan perawatan rekanan sehingga tidak bisa disentuh APBD. Disisi lain memang harus kami akui beberapa ruas jalan kualitasnya kurang baik. Ini jadi komitmen kami untuk menuntaskannya,”tegasnya. (Joef).





