Daerah

Kenia Khairunnisa Mahendra Bayangkan Persija Punya Tim Wanita

×

Kenia Khairunnisa Mahendra Bayangkan Persija Punya Tim Wanita

Sebarkan artikel ini
Foto Kenia Khairunnisa Mahendra putri Yusril Ihza Mahendra
Foto Kenia Khairunnisa Mahendra putri Yusril Ihza Mahendra

Jakarya, Sekilasmedia.com – Sepak bola sudah bukan hanya milik kaum adam, begitu yang diyakini oleh Kenia Khairunnisa Mahendra. Mendobrak tradisi, ia berharap Persija Jakarta punya tim kesebelasan wanita. Apalagi selama ini sepak bola wanita masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Mati segan, hidup tak mau, mungkin begitu istilah yang paling tepat.

Bukan cerita baru jika pelatih Timnas Wanita Indonesia saat ini, Rully Nere kerap kesulitan mencari amunisi. Proses seleksi terus digenjot, bongkar-pasang tak bisa dihindari, kejar-kejaran dengan deadline turnamen internasional. Minimnya kompetisi jadi alasan paling kuat. Hal itu yang mengundang perhatian kuat dari Kenia Khairunnisa. Peran wanita soal urusan membela nama bangsa lewat ajang sepak bola menurutnya tidak bisa dianggap sekadar ajang coba-coba.

“Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia.

BACA JUGA :  Setelah Berakhirnya Covid, Ini Yang Pertama Kecamatan Pacet Mengadakan Pawai Karnaval HUT RI Ke 78

“Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Lebih mendengar suara srikandi Tanah Air, begitu harapan Kenia. Menurutnya itu yang bisa membuat peradaban sebuah bangsa menjadi lebih maju.

Dalam didikan dari keluarga yang melek politik memang membuat anak dari Yusril Ihza Mahendra itu serasa tak pernah takut lantang bersuara. The girl power, begitu tegas Kenia. Apalagi jika sudah bicara soal sepak bola, olahraga rakyat Indonesia. Kebetulan kakek buyut dari Kenia, Jama Sandon dahulu adalah penggawa Timnas Hindia-Belanda tahun 1922.

“Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi.

Namun Kenia menyadari hal itu tidak mudah. Sepak bola modern tidak bisa lepas dari kepentingan industri, butuh keberanian besar soal investasi jangka panjang untuk sepak bola wanita di Indonesia.

BACA JUGA :  Bakesbangpol Terjunkan 20 Personil Guna Tertibkan Pembongkaran Tugu Perguruan Silat Di Grati

Ia sendiri berharap ada klub profesional di Indonesia yang berani mendobrak tradisi. Dari sekian banyak tim, ia tidak ragu “menjagokan” Persija. Alasan Kenia cukup jelas, anggapan Jakarta sebagai miniatur Indonesia tentunya bisa jadi modal tersendiri. Bisa dibayangkan tentunya atmosfer sepak bola Tanah Air dengan kehadiran 11 srikandi yang beraksi di atas rumput hijau.

“Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia.

“Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut.(Siswahyu).