Daerah

Ahmad Dzaki Akmal Yuda Siswa SMPN 2 Yang Saat Liga 1 Filanesia U16 Perkuat Kalteng Putra U16, Kini Perkuat Persebaya U16 Liga 1 Indonesia Elite Pro Academy

×

Ahmad Dzaki Akmal Yuda Siswa SMPN 2 Yang Saat Liga 1 Filanesia U16 Perkuat Kalteng Putra U16, Kini Perkuat Persebaya U16 Liga 1 Indonesia Elite Pro Academy

Sebarkan artikel ini
Foto Ahmad Dzaki Akmal Yuda saat di Kalteng Putra
Foto Ahmad Dzaki Akmal Yuda saat di Kalteng Putra

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Segala sesuatu memang harus ada ikhtiar, dan sekeras mungkin sesuai kemampuan. Namun ketika dirasa ‘mentok’ maka jalan terbaik adalah pasrah kepada Ilahi, dengan keyakinan bahwa akan diberi jalan terbaik. Begitulah kurang lebih yang dirasakan Ahmad Dzaki Akmal Yuda, dimana ketika Training Center (TC) untuk Kalteng Putra Liga 1 Filanesia U16, yang diadakan di Cirebon dan Tangerang merupakan perjalanan yang sangat jauh dari rumahnya di Mojokerto dan membutuhkan dana yang tidak sedikit yang itu cukup memberatkan beban, apalagi sering izin sekolah sampai sekitar 1,5 bulan sehingga milih tidak berlanjut selepas Liga 1 Filanesia U16.

*NAMA AHMAD DZAKI AKMAL YUDA UNTUK PERSEBAYA U16 MUNCUL DI MEDIA ONLINE SUPORTER, EMOSI JIWAKU*
Di tengah situasi itu datanglah ‘lambaian’ tangan Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy, yang bergegas Akmal mengejarnya, hingga anak kelahiran Mojokerto 4 Juni 2004 itupun dinyatakan resmi bergabung sebagaimana ‘rilis’ media online emosi jiwaku (Persebaya) hari Sabtu kemarin (27/4/2019) dimana nama Ahmad Dzaki Akmal Yuda masuk saat ‘injury-time’ ke dalam 26 pemain Persebaya U16 Elite Pro Academy bersama 25 temannya yang lain untuk menghadapi pertandingan Liga 1 U16 Grup C.

Tentu perpindahan dari Kalteng Putra Liga 1 Filanesia U16 ke Persebaya U16 untuk Liga 1 Indonesua Elite Pro Academy U16 merupakan prestasi yang membanggakan bagi Akmal, yang sebelum di Kalteng Putra U16, juga sempat di Bhayangkara FC U14-U15-U16 bahkan sempat meraih Juara 2 se-Jawa Timur untuk Piala Menpora U16 tahun 2018 yang saat final kalah adu penalti dari Arema FC di Stadion Gajayana Malang. “Saya sering memilih pasrah dan berdoa kepada Sang Ilahi,” ungkap Akmal pemiliki tinggi badan 176 cm ini dalam suatu kesempatan, yang juga memahami dirinya masih berusia sangat muda yang tentu tujuannya bukanlah berhenti saat ini namun harus berpikir jauh ke depan.

*PRESTASI DARI BHAYANGKARA FC U14-U15-U16 KE KALTENG PUTRA LIGA 1 FILANESIA U16 DAN PERSEBAYA U16 LIGA 1 ELITE PRO ACADEMY*
Dari Bhayangkara FC U14-U15-U16, ke Kalteng Putra Liga 1 Filanesia U16, lalu ke Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy tentu juga sesuatu prestasi yang membanggakan bagi SMPN 2 Kota Mojokerto tempat Akmal sekolah. Meskipun di Mojokerto, Kabupaten maupun Kota, pemerintahnya dikenal kurang peduli pada pembinaan sepakbola. Inginnya dapat anak-anak yang berprestasi dengan sangat kurang diimbangi kepedulian pendanaan maupun lainnya.

BACA JUGA :  Jember Dikepung Banjir dan Stunting, Gus Fawait Bentuk Dua Satgas Khusus Tangani Banjir dan Stunting

“Mojokerto itu memiliki banyak anak-anak berbakat sepakbola tapi sayang pemerintahannya kurang peduli. Termasuk munculnya Hansamu Yama pesepakbola nasional yang kini bermain untuk Persebaya itu, pada awal nyaris tak ada sama sekali peran pemerintahnya,” ungkap Siswahyu penulis buku Humor Sepakbola dan buku Biografi Asmuni-Srimulat yang juga humas organisasi salah satu Badan Liga Sepakbola Provinsi Jawa Timur. Padahal menurutnya anggaran Pemkot maupun Pemkab Mojokerto sangat besar, belum lagi di wilayah kabupaten yang sangat banyak bertebaran berbagai perusahaan-perusahaan/pabrik-pabrik besar termasuk di Ngoro Industri Persada (NIP) yang harusnya punya kewajiban pada kehidupan sosial-kemasyarakatan termasuk sepakbola. Dengan ada anak dari Mojokerto yang masuk Persebaya U16 untuk Liga 1 Elite Pro Academy, harusnya mendapatkan dukungan lebih, begitu pula perhatian terhadap sepakbola.

*AKMAL KIDAL TAPI PERNAH DIPASANG JADI BEK KANAN*
Sekadar catatan, Ahmad Dzaki Akmal Yuda yang kidal ini bisa bermain berbagai posisi meskipun yang utama adalah Bek Kiri, Gelandang dan Sayap Kiri. Namun dia bisa berbagai posisi lain termasuk striker, bahkan pada saat di Bhayangkara FC beberapa kali dimainkan sebagai Bek Kanan. “Di tim SMP saya sempat bermain sebagai striker dan cetak gol maupun buat asist,” ungkap Akmal yang bersama timnya pernah Juara 1 se-Jawa Timur Piala Menpora U12 tahun 2016, juga dengan bendera Bhayangkara FC U13 Juara 1 nasional Bali Youth Championship U13 tahun 2017 di Denpasar Bali, kemudian bersama Bhayangkara FC U14 Juara 2 se-Jawa Timur Piala Menpora U14 tahun 2018 kalah adu penalti versus Arema FC dalam pertandingan final di Malang saat HUT AREMA FC dan ditunggui bos Arema Iwan Budianto yang kini menjadi pj Ketua Umum PSSI.

“Kalau di Persebaya, saya senang suporternya jauh lebih baik,” ungkap Ahmad Dzaki Akmal Yuda yang selama berlatih sepakbola telah ditangani beberapa pelatih telah cukup kuat berpengaruh dan membentuk karakter dan memahami karakter Akmal, diantaranya adalah Pak No dari SSB Hanza (milik pesepakbola timnas Hansamu Yama Pranata dan keluarga), Hadi Kurniawan pelatih SSB Sikatan Muda, Setiawan (C AFC) pelatih Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16 dalam durasi waktu awal 2017 hingga 2018 via manejemen Achmad Yari dkk dibawah komando AKBP Eddwi Kurniyanto, Markeso UMM BMI Malang, lalu dalam Bina Sentra binaan Subagja Suihan ayah angkat Egy Maulana Vikri dan Firman Utina, lantas saat di Kalteng Putra U16 untuk Liga 1 Filanesia Maret 2019, dan kini di Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy.

BACA JUGA :  Orang Meninggal Dunia di Desa Tawangsari, INAFIS POLRES Tulungagung adakan ,identifikasi di TKP

*DILATIH ANDREAS JOHANES K., PELATIH ASAL TEO KLUB INTERNAL PERSEBAYA*
Bagi Akmal hal ini merupakan sejarah, bersama Persebaya U16 mengikuti Liga 1 nasional Indonesia Pro Elite Academy U-16. Dimana untuk putaran pertama tanggal 28 April – 4 Mei 2019 akan dilangsungkan di Surabaya di Lapangan Karanggayam. Persebaya tergabung dalam grup C bersama Persipura, Borneo FC, PSM Makassar, Kalteng Putra, dan Bali United. Yang bagi Akmal juga sejarah karena nantinya juga harus berhadapan dengan Kalteng Putra U16 yang pernah dibelanya saat Liga 1 Filanesia U16 yang telah dilangsungkan di National Youth Training Center PSSI di Sawangan – Kota Depok, Jawa Barat 19 – 25 Maret 2019.

Untuk musim ini tim Persebaya U16 dilatih oleh Andreas Johanes K, pelatih asal klub TEO (klub internal Persebaya) dibantu Nurkiman dan Ibnu Abbas sebagai pelatih penjaga gawang. Persebaya menyiapkan 26 pemain untuk kompetisi ini. Pada pertandingan pertama hari Minggu (28/4/2019) jam 15.00 Persebaya U16 menghadapi Persipura U16.

Diantara 26 nama pemain Persebaya U16 untuk Liga 1 Elite Pro Academy 2019 termasuk Ahmad Dzaki Akmal Yuda pelajar SMPN 2 Kota Mojokerto, Jawa Timur. Adapun 25 nama lainnya adalah karisma Ramadhany, Mahardika, Kharisma Muhammad, Yhulieo Avie Astrawan, Mohammad Akrom, Ilham Akbar Prasetyo, Dio Rizki Saputra, Mochammad Jiddan, Sofian Dwi Ichwanu, Muhammad Alfaridzi, Rafi Febriansyah, Syukron Arabi, Adrian Rusdianto, Bramdanny, Ruy Arianto, Tantri Yanto Femas A., Afizal Danilo Fernando, Muhammad Zakisatriya, Marselino Ferdinan, Alamsyah Ragil, Rizky Setiawan, Wahyu Agung Drajat M, Ananda Immanullah, Ivan Syahdana Putra, dan Hasim Palib Wenno.(Sis).