Daerah

Polres Klungkung Terima Kunjungan Tim Mabes Polri

×

Polres Klungkung Terima Kunjungan Tim Mabes Polri

Sebarkan artikel ini
Foto Brigjen Yudi Hermawan berikan arahan Ops Matab Brata jelang pemilu 2019
Foto Brigjen Yudi Hermawan berikan arahan Ops Matab Brata jelang pemilu 2019

Klungkung Bali, Sekilasmedia.com – Jajaran Polres Klungkung dipimpin Kapolres AKBP I Komang Sudana menyambut hangat kehadiran Tim Supervisi dan Asistensi Operasi Mantap Brata Mabes Polri, di Ruang Minitoring Center Polres Klungkung, Senin (8/4) kemarin.

Adapun tujuan tim, oleh Brigjen Pol. Sutrisno Yudi Hermawan, yang didampingi Kombes Pol. Kalingga R Raharja dan AKBP Made Sugawa, juga pendamping dari Polda Bali AKBP Arnawa, dalam rangka supervisi pelaksanaan Operasi Mantap Brata diwilayah Klungkung. Pun juga asistensi terkait kesiapan dalam melaksanakan pengamanan Pemilu 2019.

Kapolres Klungkung dalam sambutannya mengatakan, bahwa ini merupakan suatu kehormatan terutama bagi keluarga besar Polres Klungkung, yang mana diberi kesempatan untuk bertatap muka dengan Tim Supervisi Mabes Polri.

BACA JUGA :  RDP Komisi III DPRD Mojokerto Memanas, Perwakilan CV Sumber Arta Dinilai Tak Kompeten

Dengan adanya kegiatan supervisi ini, semoga dapat menjadi asistensi terutama Polres Klungkung untuk melaksanakan OPS Mantap Brata secara maksimal.

” Demi terwujudnya Pileg dan Pilpres yang aman, damai dan sejuk, Kami siap berikan asistensi, ” Ungkap Kapolres Klungkung.

Sementara itu ketua Tim Brigjen Yudi Hermawan, menjelaskan bahwa, supervisi ini merupakan salah satu kegiatan dari pengendalian operasi yang dilakukan oleh Mabes Polri untuk melakukan pengecekan dan kesiapan satuan kewilayahan yang mencakup aspek manajemen operasi kerja berupa rancangan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian.

BACA JUGA :  100 Orang Pelaku Usaha Wisata Terima Vaksin Tahap Pertama

Dimana, Tim Supervisi akan melakukan pengecekan pelaksanaan pelatihan sispamkota, pengamanan kecepatan dan pendistribusian logistik Pemilu, pengamanan kampanye Pilpres dan Pileg, rencana pelibatan TNI dan juga penyerapan anggaran. Dengan beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu masalah kampanye tidak sesuai batas waktu.

” Keterlibatan aparat secara langsung, bentrok antar masa pendukung, ujuran kebencian, isu netralitas TNI Polri dan teror sabotase, untuk itu bersama-sama dengan penyelenggara Pemilu dapat mengendalikan ancaman dan menutup ancaman serta jalin kerja sama dengan KPU, Bawaslu Pemda dan instansi terkait, ” tandas Ketua Tim.(soni).