Gresik,Sekilasmedia.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026).
Pembukaan MPLS ini menandai dimulainya proses pendidikan bagi peserta didik baru sekaligus menjadi komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk menjamin setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga investasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.
” Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujar Bupati Yani.
Ia menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi tahap awal pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat gotong royong, serta budaya belajar yang positif.
” Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju,” katanya.
Bupati Yani menyebut Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang selaras dengan Asta Cita, terutama dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan keadilan sosial.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen di Gresik dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa. Rinciannya terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan, serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Ia menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, hingga keluarga agar tidak ada anak yang tertinggal memperoleh masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, pendidikan merupakan cara paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.
Bupati Yani juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk mendampingi peserta didik dengan penuh kasih sayang agar sekolah menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Sementara kepada para orang tua, ia mengajak terus memperkuat sinergi dengan sekolah demi keberhasilan pendidikan anak.
” Kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berintegritas, peduli sosial, serta berakhlakul karimah,” tuturnya.
Kepada para siswa, Bupati Yani berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak merasa rendah diri.
” Jangan pernah berhenti bermimpi. Kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar. Jadikan kesempatan ini sebagai awal untuk membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah, kalian mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa SD SRT 1 Gresik, Iskandar Arif (51), warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, mengaku bersyukur atas hadirnya program Sekolah Rakyat. Pekerjaannya sebagai kuli bangunan selama ini membuatnya kesulitan menyekolahkan anak karena keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan, dua anaknya kini dapat bersekolah secara gratis di Sekolah Rakyat. Bahkan, anak keduanya sempat tertunda bersekolah selama tiga tahun akibat kondisi ekonomi keluarga.
” Alhamdulillah, kedua anak saya bisa masuk Sekolah Rakyat secara gratis. Anak kedua saya sudah tiga tahun terlambat sekolah karena kendala ekonomi. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Bupati Gresik yang telah memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak kami,” ungkapnya.






