Daerah

Sampah di TPS Pujasera Lawang Meluber dan Mengeluarkan Aroma Busuk

×

Sampah di TPS Pujasera Lawang Meluber dan Mengeluarkan Aroma Busuk

Sebarkan artikel ini
Foto TPU yang penuh dengan sampah
Foto TPS Pujasera yang penuh dengan sampah

Malang, Sekilasmedia.com – Pedagang dan warga yang berada di sekitar TPS Sampah Pujasera, Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, keluhkan aroma bau busuk yang menyengat dari sampah yang berada di TPS tersebut, Senin (22/04/2019).

Bau busuk tersebut dapat dirasakan hingga radius sekira 100meter dari TPS Sampah Pujasera Lawang, tak heran kalau warga yang berada di sekitar Pujasera Lawang merasa mengeluh dan tidak nyaman.

Bukan hanya itu saja, belatung dan Lalat Hijau ada di sekitar Pujasera Lawang, serta Diduga orang yang membuang sampah di TPS tersebut tidak tertib dan seenaknya sendiri saat membuang sampah ke TPS tersebut.

” Masyarakat yang membuang sampah di sini itu seenaknya, tidak ditaruh di countener melainkan di lempar – lempar di luar TPS, saya dan teman-teman di sini akhirnya yang merapikan sampah tersebut ke tempat semestinya, apalagi di sini bukan hanya warga Kelurahan Lawang saja yang membuang, hampir satu Kecamatan juga ikut membuang disini, paling banyak membuang pada malam hari,” ungkap Bu Romadi salah satu petugas sampah di TPS Pujasera Lawang.

BACA JUGA :  Penanganan dan Pengendalian Covid-19, Wakil Gubernur Jawa Timur Berikan Apresiasi Kota Batu

Selain itu Pedagang yang berada di sekitar TPS Pujasera Lawang, Poniti mengatakan,” Bau nya sangat mengganggu sekali, itu bedak yang di samping saya sampai tutup, akibat bau sampah, kami di sini juga membayar restribusi per minggu Rp.17.000,- ke petugas Dishub Kabupaten Malang dan Rp.3000,- setiap hari untuk keamanan di sini, jadi kalau gak jualan ya rugi, jadi saya tetap bertahan berjualan di sini,” tuturnya.

BACA JUGA :  Plt. BUPATI AUDIENSI DENGAN KOMITE NASIONAL UNTUK PALESTINA

Sementara itu, Juwadi selaku petugas sampah juga berharap,” Saya berharap agar di sini bak countenernya di tambah, mengingat yang membuang sampah di sini cukup banyak, dan untuk penarikan dari TPS ke TPA juga di tambah, yang biasanya cuma satu kali mungkin bisa di tambah dua kali per hari nya, mungkin sedikit banyak bisa mengurangi meluber nya sampah di sini,” jelasnya.

Nampak pemandangan yang kurang nyaman dan tidak sehat saat berada di sekitar tempat tersebut, disisi lain mayoritas banyak penjual makanan dan minuman yang dapat di konsumsi langsung oleh pembeli di tempat itu.(FTI).