Daerah

Bulog Sidoarjo Memastikan Stok Beras Tetap Aman Hingga Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Mendatang

×

Bulog Sidoarjo Memastikan Stok Beras Tetap Aman Hingga Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Mendatang

Sebarkan artikel ini
Foto saat ketua bulog sedang diwawancarai
Foto saat ketua bulog sedang diwawancarai

Sidoarjo, Sekilasmedia.com – Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh saat meninjau gudang Bulog drive Surabaya Selatan di Buduran Sidoarjo bersama Komisi VI DPR RI.

“Stok beras yang dimiliki oleh Bulog saat ini sebanyak 2,2 juta ton. Ini sudah cukup memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan sampai Lebaran nanti, bahkan prediksi kami lebih dari cukup,” kata Tri Wahyu kepada wartawan di gudang Bulog Subdivre Buduran Sidoarjo,

Tri Wahyudi memastikan keamanan stok Ramadhan dan Lebaran, Bulog saat ini memiliki 1.600 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh gudang total kapasitas mencapai 4 juta ton.

BACA JUGA :  Sinergitas Polisi bersama TNI Bantu Penyaluran CPP untuk 1.211 Keluarga Rawan Stunting di Mojokerto

“Untuk di Jawa Timur sendiri ketersediaan beras masih aman. Saat ini stok beras sebanyak 624.683 ton, gula 1.009 ton, jagung pakan 86.948 ton, minyak goreng 49.729 liter dan terigu tersedia sekitar 9.931 kilogram,” jelas Tri Wahyudi.

Sementara Ketua kunjungan spesifik Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana dalam rangka meninjau ketersediaan dan harga pangan menjelang hari raya idul fitri 1440 H mengatakan, jika harga kebutuhan pokok di pasar juga normal.

BACA JUGA :  11 Rumah Sakit Terancam Tidak Bisa Melayani Pelayanan BPJS Kesehatan

Dilapangan, pihaknya juga tidak menjumpai kenaikan harga pokok yang signifikan. Selain itu, pihaknya mengatakan jika cenderung harga komoditas mengalami penurunan mendekati hari raya idul fitri tahun ini.

“Yang kami temukan di pasar, daya beli masyarakat malah yang turun alias sepi. Pasokan barang ada, hanya yang beli di pasar sepi. Bahkan sepinya pembeli di tahun ini lebih dibanding tahun lalu. Ini juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Kenapa masyarakat sepi beli di pasaran. Padahal semua barang kebutuhan tersedia dan tidak ada yang langka di pasaran,” jelasnya.(sud).