Daerah

Mbludak, Prosesi Bayuh Pinaruh di Pantai Shindu

×

Mbludak, Prosesi Bayuh Pinaruh di Pantai Shindu

Sebarkan artikel ini
Fito acara
Fito acara Bayuh Pinaruh

Denpasar Bali, Sekilasmedia.com – Serangkaian hari raya Saraswati, merupakan salah satu hari dimana umat Hindu memperingati turunnya Ilmu Pengetahuan, biasanya bagi yang bergelut di bidang pendidikan, seperti guru dan siswa turun bersama melakukan sembahyang.

Selain mengucapkan syukur dan memohon agar selalu diberikan limpahan, juga meminta kelancaran dalam menjalankan segala aktifitas.

Setelah merayakan prosesi piodalan Saraswati, pada Minggu Paing Sinta umat Hindu melanjutkannya dengan melaksanakan Banyu Pinaruh. Sarana pelaksanaan Banyu Pinaruh menggunakan air kembang (kumkuman).

BACA JUGA :  RS. Muhamadiyah Segera Muncul Untuk Masyarakat, Bukan Hanya Untuk Intern

Kumkuman itu dibawa ke tempat-tempat sumber air seperti pancuran, segara atau pantai, sungai yang diyakini sebagai tempat penyucian atau peleburan mala atau kotoran batin. Di situ umat membersihkan diri, keramas dan mandi. Tetapi jika tak sempat ke tempat-tempat seperti itu, umat bisa melakukannya di rumah.

Pengamatan Sekilasmedia.Com di kawasan sepanjang pantai Sanur, Sindu, Segara, Denpasar, Minggu (12/5), terlihat masyarakat umat Hindu Bali berduyun-duyun mendatangi pantai yang terkenal dengan keindahannya itu.

Mereka melakukan prosesi banyu pinaruh, rupanya tak hanya warga yang tinggal di Denpasar yang khusus datang ke pantai ini, Kadek Arimbi misalnya, seorang siswi di SMA di Badung, datang bersama teman-temannya hanya untuk melakukan prosesi banyu pinaruh di pantai Sindu, Sanur.

BACA JUGA :  Inspektorat Diminta Segera Audit Dana Desa Sidorejo 2016 s/d 2018

” Setiap tahun saya pasti kesini melakukan prosesi banyu pinaruh, soalnya di pantai lain sudah rame, disini juga tapi lebih enak disini, ” ujarnya.

Tak hanya Arimbi, tampak masyarakat tak henti-hentinya berdatangan ke pantai ini, selain pagi hari umat Hindu bisa melakukannya di kala sore hari.(soni).