Denpasar Bali, Sekilasmesia.com – Bertempat di Desa Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5), telah dilaksanakan acara Peringatan Hari Malaria Sedunia, dengan tema “zero malaria start with me” penyakit malaria sangat berbahaya namun dapat dicegah dengan beberapa cara.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Bali, Gubernur/Wakil Gubernur Sejawa, Bupati/Walikota, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan undangan lainnya.
Bahkan pada event yang baik ini juga dilaksanakan Pembacaan dan Penandatanganan Komitmen oleh 7 Gubernur Jawa dan Bali derta 11 Bupati Penerima Sertifikat Eliminasi Malaria yang diserahkan langsung Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
Pada kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo mengatakan, dalam 10 tahun belakangan berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2018 sebanyak 285 Kebupaten/Kota telah mendapat sertifikat eliminasi malaria.
” Jadi peran pemerintah provinsi sangat penting, agar dapat memfasilitasi replikasi praktik baik pada daerah yang telah eliminasi ke daerah yang berjuang mencapai eliminasi malaria, ” ujarnya.
Di tempat sama, Prof. DR. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Kesehatan, turut menimpali, bahwa tahun 2010-2018 lebih dari 50% kasus malaria telah menurun, 290 Kota/Kabupaten bebas malaria, penduduk Indonesia yang tinggal di daerah bebas malaria sejumlah 201.426.577 (76%) sampai april 2019, dan lebih dari 23 juta kelambu telah didistribusikan.
” karena itu, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan Indonesia bebas malaria tahun 2030, dimulai dari regional jawa bali 2023, dan mobilisasi sumber daya dan dana untuk mencapai serta mempertahankan eliminasi malaria, ” ucapnya mengakhiri.(soni).