Uncategorized

Turis Thailand Keluhkan Mafia Transportasi, Dishub Mengaku Tak Miliki Kewenangan

×

Turis Thailand Keluhkan Mafia Transportasi, Dishub Mengaku Tak Miliki Kewenangan

Sebarkan artikel ini
Turis Tailand Keluhkan Mafia Transportasi
Terminal Bayuangga
Turis Tailand Keluhkan Mafia Transportasi
Terminal Bayuangga

 

Probolinggo sekilas media.com

Keluhan mafia transportasi di Terminal Bayuangga oleh turis Thailand, akhirnya direspon Pemkot Probolinggo. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo mengaku tidak berwenang mengatur regulasi antara ojek online dan paguyuban angkot.

Hal ini disampaikan oleh Sumadi, Kadishub kota Probolinggo

“Terkait operasional ojek online sudah ada regulasinya PM 12 TH.2019 …. maka dari itu Perwali 116 Th. 2017 otomatis tidak berlaku lagi. Jadi Dishub/POL-PP  sudah tidak berwenang dan Alhamdulillah antara operator Gojek dan paguyuban Angkot “ASAP” selama ini ada kesepakatan (tidak tertulis) untuk jalur (wilayah)/waktu operasional-nya,” ungkapnya pada sekilasmedia.com

BACA JUGA :  Exactly How to Check Out Tarot Card Cards: A Comprehensive Overview

Meski begitu,kadishub kota probolinggo  Sumadi menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terkait kejadian tindak premanisme di Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo itu. Beberapa pihak juga akan dikumpulkan dan dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut.

“Terkait permasalahan tersebut akan kita coba kaji peluang yang ada pada PM 12/2019, jika dimungkinkan untuk mengatur terkait kejadian tersebut, yang selanjutnya kita bahas pada Forum lalulintas,” ungkap sumadi

BACA JUGA :  Untuk Masyarakat Isoman, Forkopimda Jatim resmikan Stasiun Isi Ulang Oksigen Gratis

Seperti diberitakan sebelumnya, Jirote Wangcharon mengungkapkan kekecewaannya terhadap moda transportasi di Kota Probolinggo, utamanya saat di Terminal Bayuangga. Ia menyayangkan adanya aturan mengenai ojek online yang tidak boleh beroperasi di daerah Terminal. Apalagi, ia mengaku dipaksa untuk menggunakan jasa transportasi dengan harga mahal saat akan ke Bromo.

Ia pun trauma dan mengaku tidak ingin kembali ke Probolinggo karena pengalaman akan ‘diserang’ para oknum di terminal itu. (.andis