Daerah

Wali Kota Tampung Aspirasi Sopir Angkot Terkait Transportasi Online

×

Wali Kota Tampung Aspirasi Sopir Angkot Terkait Transportasi Online

Sebarkan artikel ini
Foto koordinasi
Foto koordinasi wali kota dengan para sopir angkot

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Responsif pimpinan daerah terhadap polemik dikalangan masyarakat, khususnya pada komunitas pengemudi angkutan kota terlihat saat Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengundang sopir angkot di rumah dinasnya, Sabtu (6/7) siang. Agenda pertemuan itu membahas tentang transportasi online, bus masuk kota hingga becak motor yang selama ini masih bebas berkeliaran didalam kota.

Sebenarnya sopir angkot yang tergabung dalam ASAP (Asosiasi Sopir Angkut Probolinggo) berencana melakukan aksi demo pada Rabu, (10/7) mendatang. Kalau demo harus saya temui, tetapi pada hari itu saya sedang tidak ada di tempat. Jadi, kami undang disini agar mereka bisa menyampaikan aspirasi dan berdiskusi, kata Wali Kota Habib Hadi.

Kepada orng nomor satu di Kota Probolinggo itu, sejumlah sopir angkot mengeluhkan transportasi online yang dinilai merugikan mereka. Pasalnya, pendapatan mereka turun drastis sejak ada transportasi online tersebut. Masyarakat lebih memilih transportasi berbasis teknologi itu ketimbang angkutan kota atau angkutan konvensional lainnya.

Ojek online yang sempat kami pegang itu bilang, meski ada perwali tapi disitu tidak ada sanksinya jika mengambil penumpang di titik tertentu. Kami meminta ketegasan dan penajaman perwali tentang sanksinya, ujar salah seorang sopir.

BACA JUGA :  Komisi Pemberantasan Korupsi Datangi Kota Probolinggo

Terkait Perwali nomor 116 tahun 2018 yang mengatur tentang transportasi online, pihak terkait yakni Dinas Perhubungan, Polres Probolingo Kota, Satpol PP dan Dinas Kominfo akan membahas untuk pengawasannya.
Para sopir juga menuntut ada tempat ngetem sopir di Pasar Baru. Mereka berdalih, karena tidak ada angkutan yang ada disana, maka warga yang berbelanja lebih memilih naik becak atau betor.

Seketika itu juga, kepada Kepala Dinas Perhubungan Sumadi, Habib Hadi meminta disediakan tempat ngetem untuk angkot yang punya trayek di Pasar Baru mulai Senin (8/7) mendatang. Ditetapkan tempat mangkal angkot D, A, C dan K di sisi selatan (Jalan Panglima Sudirman, Pasar Baru). Jika sudah mendapat penumpang 4 sampai 5 orang, angkot harus berangkat.
Kami ini ingin ada solusi dari pemerintah. Ojek online itu dihapus saja di Kota Probolinggo. Karena kami ini juga punya keluarga (yang harus dihidupi dari pekerjaan sebagai sopir, cetus Sirin, salah satu sopir angkot, bernada tinggi.

Menurut Habib Hadi, pemerintah harus melihat sumber pemasalahan dan pencari solusi terbaik. Tanpa merugikan satu sama lain. Pemerintah tidak bisa serta merta membuat keputusan sepihak.

BACA JUGA :  Sediakan Teknologi Tepat Guna, Pemkab Mojokerto MoU Dengan ITS Surabaya

Untuk itu harus berkoordinasi mencari solusi apa yang diharapkan angkot. Bagaimana mereka bisa mencari nafkah dan bisa berjalan seperti yang diinginkan. Tentunya kami akan memperkuat apa yang tertuang dalam perwali tersebut. Agar angkot tetap bisa beraktifitas dan tanpa mengurangi ekonominya, jelas wali kota.

Terhadap keberadaan transportasi online yang dipermasalahkan oleh sopir angkot, Wali Kota Hadi Zainal Abidin berencana untuk mengkaji keberadaan angkot online dengan kata lain menyediakan aplikasi khusus untuk angkot seperti yang sudah dijalankan di Bekasi.
Walikota menjelaskan dengan aplikasi tersebut masyarakat bisa terlayani hingga ke rumah masing-masing. Aplikasi itu akan memberikan tanda adanya penumpang yang memanggil, lalu sopir bisa mendatangi rumah penumpang sesuai rute yang diatur. Nantinya tidak akan ada lagi jurusan angkot, tetapi menyebutkan daerah yang akan dilalui.

Bila sopir angkot ini siap, ini (aplikasi angkot online) bisa menjadi solusi. Tetapi sebelum diterapkan tentunya perlu ada kajian dulu dari Dinas Perhubungan. Contoh di Bekasi, penumpang tidak lama menunggu dan lebih terfasilitasi, jelas Habib Hadi yang mengakui penerapan aplikasi ini tidak serta merta berjalan langsung dan butuh pemahaman. (Rul/Sf)