Daerah

Fasilitas Taman Kota Pamekasan Membahayakan dan Toiletnya Mengeluarkan Bau Busuk

×

Fasilitas Taman Kota Pamekasan Membahayakan dan Toiletnya Mengeluarkan Bau Busuk

Sebarkan artikel ini
Fasilitas Taman Kota Pamekasan Membahayakan dan Toiletnya Mengeluarkan Bau Busuk
foto anak anak sedang bermain di alun alun kota
Fasilitas Taman Kota Pamekasan Membahayakan dan Toiletnya Mengeluarkan Bau Busuk
foto anak anak sedang bermain di taman kota

Pamekasan, Sekilasmedia.com – Taman Kota milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan kondisinya sangat memprihatinkan. Ruang terbuka hijau (RTH) yang berlokasi di alun-alun kota Pamekasan tersebut tidak terawat dan sangat membahayakan bagi masyarakat terutama anak kecil yang bermain.

Observasi sekilasmedia di lapangan banyak fasilitas permainan anak-anak seperti tangga majemuk dan ayunan, terlihat berkarat. Selain berkarat, beberapa wahana permainan rusak dan sangat membahayakan bagi anak-anak yang bermain di fasilitas tersebut.

BACA JUGA :  Fara Soroti Camat Kota Pamekasan Terkait Program Anggaran Dana Rt/Rw

Kondisi tersebut dikeluhkan Aktivis muda sekaligus ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur (Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat), Zainal Erdogan. Dia mengatakan taman kota seharusnya suasananya nyaman dan rindang, serta fasilitasnya terawat.

“Pihak terkait dalam hal ini DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kab. Pamekasan harus segera melakukan tindakan nyata berupa perawatan pada fasilitas yang rusak baik itu di fasilitas permainan atau wahana anak-anak maupun tanaman penghias.”

Zainal juga mengeluhkan adanya Toilet Portable yang ada di taman tersebut sangat mengganggu para pengunjung
“Menurut saya toilet itu dibuang saja karena sudah tidak bisa digunakan lagi alias rusak bahkan baunya sangat menyengat dan tentunya ini sangat mengganggu pengunjung dan merusak pemandangan.” Keluhnya.
Masih dalam penuturan Zainal pihak DLH terkesan buang-buang anggaran.

BACA JUGA :  18 Keluarga Tidak Bisa Memberikan Suara Dalam Pilkades Laden, Ada Apa?

“semestinya dalam perencanaan awal apa yang mau dikerjakan bagaimana tempat tersebut betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan bukan malah dipaksakan hanya untuk mengeluarkan anggaran saja.” Pungkasnya.(Bejo)