TENTARAKU

Binter Terpadu, Kodim 0813 Bojonegoro Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

×

Binter Terpadu, Kodim 0813 Bojonegoro Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Binter Terpadu, Kodim 0813 Bojonegoro Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan
Foto
Binter Terpadu, Kodim 0813 Bojonegoro Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan
Foto Kodim saat memberikan wawasan kebangsaan

BOJONEGORO, Sekilasmedia.com – Empat Pilar Kebangsaan atau Empat Konsensus Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah mutlak serta tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa. Seperti halnya membangun sebuah bangunan yang membutuhkan empat pilar atau penyangga, agar bangunan tersebut berdiri dengan kokoh dan kuat.

Demikian disampaikan Peltu M. Ali Imron, Bati Wanwil Kodim 0813 Bojonegoro pada acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa-siswi SMAN 1 Bubulan dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu tahun 2019, di Gedung sekolah setempat.

BACA JUGA :  Danramil Ngasem Ikuti Prosesi Pengambilan 'Api Semangat' Dari Khayangan Api

Selain memberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan, Peltu M. Ali Imron, juga memberikan materi tentang proxy war, bahaya narkoba dan bijak dalam menggunakan Media Sosial (Medsos). Hal itu dilakukan guna mempersiapkan generasi muda, untuk turut andil dalam mengisi kemerdekaan. Menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan dan hambatan di masa mendatang.

“Agar tidak mudah terprovokasi, mampu memfilter semua informasi dari media sosial dan mampu menjadi pelopor persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI,” terangnya, Jum’at (15/11).

BACA JUGA :  Babinsa Dengan Perangkat Desa Sebagai Mitra Kerja Untuk Mendukung Kelancaran Tugas Diwilayah

Diharapkan, adanya sosialisasi ini dapat menanamkan kembali nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara bagi generasi muda penerus bangsa.

“Wawasan Kebangsaan ini salah satu solusi dalam menjawab krisis moral yang terjadi di tengah sebagian masyarakat Indonesia. Sebagai bentuk atau implementasi nyata dalam penguatan pendidikan kewarganegaraan, dalam memperkokoh karakter bangsa Indonesia,” pungkas Peltu M. Ali Imron.(red)