
Mojokerto, Sekilasmedia.com -Hasil panen Petani Dusun Sumberwaru Desa Kembangsri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto mengalami turun drastis, diduga akibat dari pengairan yang tercemar limbah pabrik.
Dari pengakuan Petani, hasil panen padi mereka tidak pernah bagus. Bahkan setiap musim panen, mereka mengalami kerugian besar, yang sebelumnya mereka mendapatkan hasil 1 ton padi kering tiap panen, kini hasil panen padi menurun hingga menjadi 5 kwintal,” kata Seno, seorang petani warga sumberwaru, Sabtu (23/11).
Kondisi semacam ini sudah terjadi selama lima tahun, namun hingga sekarang tidak ada perhatian maupun tindakan dari pihak yang berwenang untuk menghentikan pencemaran sungai tersebut.Sungai sumberwaru adalah terusan dari sungai yang melintasi area Ngoro Industri Persada (NIP).
Sementara itu Kepala Dusun Sumberwaru Desa Kembangsri Kecamatan Ngoro Abid, saat di minta koonfirmasi Sekilasmedia.com membenarkan kondisi sungai tersebut. Abid mengatakan bahwa terkadang warna air sungai berubah putih seperti susu. Tapi terkadang warna air sungai berubah warna menjadi hitam pekat seperti kecap.
“Biasanya kalau pagi hari warna air sungai berubah putih seperti susu. Tapi terkadang hitam pekat seperti kecap. Ini sudah lama terjadi sekitar 5 tahunan. Kemungkinan itu adalah limbah industri karena sungai ini kan satu-satunya sungai yang melintas di area NIP. ” Ujar Kadus Abid.(As/wo)






