Daerah

Kampung Sobo Desa Madiredo Terkenal Dengan Makanan Carang Mas Apel

×

Kampung Sobo Desa Madiredo Terkenal Dengan Makanan Carang Mas Apel

Sebarkan artikel ini
Kampung Sobo Desa Madiredo Terkenal Dengan Makanan Carang Mas Apel
Foto rapat koordinasi
Kampung Sobo Desa Madiredo Terkenal Dengan Makanan Carang Mas Apel
Foto rapat koordinasi

Malang, Sekilasmedia.com – Kampung Sobo Desa Madiredo terkenal dengan makanan Carang Mas yg terbuat dari buah Apel, berawal niat Atik Muda (42) membantu para ibu di kampung Sobo Desa Madiredo, kini telah berbuah manis. Usaha makanan olahan Carang Mas yang dirintis keluarganya bersama tetangga di sekitar rumahnya itu sekarang telah menembus pasar nasional.

“Awalnya, karena hidup di lingkungan apel, saya sedih melihat lingkungan kumuh, banyak ibu-ibu juga nganggur duduk di rumah saat musim Apel karena harga jual apel yang murah, Kalau apel murah, dari mana sumber pencarian mereka, tapi kalau mahal banyak beli perabotan. Pola hidup sesuai hasil Panen Apel,” papar Atik Muda.

Berangkat dari niat mulia itu, Atik Muda mengajak tetangga di sekitar rumah untuk membentuk kelompok usaha kecil pengolahan carang mas dari apel, berbekal keterampilan membuat olahan carang mas yang ia dapat dari Disperindak Kabupaten Malang, Della kemudian melatih mereka.

Awal produksi, unit usaha kecil ini berhasil membuat 10 – 15 kg setiap hari. Tak hanya carang mas, kelompok usaha kecil Della Muda juga memproduksi Rempeyek, krupuk Bawang dan juga Carang Mas Wortel.

BACA JUGA :  90 orang Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator Dibina 3 Hari Dimalang.

Omzet penjualan usaha mikro mereka pun melonjak tajam sejak produk hasil olahannya mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai SNI sekitar empat Tahun yang Lalu. Kalau sebelumnya hanya 100 kg sekarang mencapai 150 sampai 200 kg perhari sejak memperoleh sertifikat, hasil produksinya meningkat tajam menjadi 400 sampai 500 kg/hari.

Ibu dari dua anak itu mengaku kalau pencapaian tersebut adalah hasil jerih payahnya yang sudah mengurus proses sertifikasi SNI sejak tahun 2015

“Ada sekitar 30 persyaratan yang harus dipenuhi agar memperoleh sertifikasi  SNI diantaranya adalah perbaikan fisik tempat dan alat produksi, serta standar kebersihan,” tutur Della.

Ditempat yang sama pakar Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan yang sekarang menjabat Deruktur BUMDES, Candra Aris mengatakan langkah nyata Revitalisasi BUMDES yang dapat diambil adalah segera mewujudkan seruan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu bahwa BUMDES harus berbentuk koperasi.

Candra mendukung strategi ini karena nilai kebersamaan, kemandirian, dan keadilan yang selalu dikedepankan UMKM akan menghindarkan BUMDES dikuasai elite desa.

BACA JUGA :  Pak Yes : Lamongan Rekrut Kembali Kejayaan yang Ada Dimasa Lampau

“Selanjutnya untuk skilling up BUMDES dan integrasikan ke supply chain nasional, serta membuka channel distribusi bagi produk unggulan desa bisa masuk marketplace nasional maupun global marketplace kuncinya adalah penguatan kapasitas SDM serta pemanfaatan teknologi digital,” ujar Candra

Lanjut Candra meroketnya omzet makanan olahan Apel dengan merk dagang ‘Carang Mas Della Mua’ itu akhirnya membawa imbas terciptanya lapangan kerja, walau masih berstatus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), tapi sudah memperkerjakan 17 karyawan dan 3 tenaga penjualan keliling.

Kini distribusi produk Carang Mas olahan Bu Della Muda tak hanya ada di Malang, tapi juga merambah Kalimantan, Aceh, Bali, Surabaya Tulung Agung. Bahkan, beberapa konsumen dari Malaysia dan Brunei Darussalam seringkali datang untuk memesan Carang Mas.

Peningkatan mutu kualitas belajar dari cerita sukses Ibu Della Muda, pelaku UMKM di Indonesia semestinya bisa mengikuti langkahnya. Terlebih saat ini UMKM di Indonesia tak hanya bersaing dengan produk lokal saja, tapi juga produk dari negara Asia Tenggara sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean.(FTI)